Di Mimbar Gereja Uskup Atambua Sampaikan Cegah Stunting

Di Mimbar Gereja Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku Pr Sampaikan Cegah Stunting

Di Mimbar Gereja Uskup Atambua Sampaikan Cegah Stunting
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr. 

Di Mimbar Gereja Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku Pr Sampaikan Cegah Stunting

POS KUPANG.COM | ATAMBUA - Bentuk dukungan gereja dalam mencegah stunting di Kabupaten Belu, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr akan menghimbua di mimbar gereja tentang pencegahan stunting.

Hal itu dikatakan Uskup Dominikus saat tanya POS-KUPANG.COM, di Atambua, Selasa (31/7/2019).

Tahun 2019, Pemda TTU Bangun Pasar Rakyat Oelolo, Ini Anggaran yang Disediakan

Dikatakannya, upaya pencegahan stunting merupakan tanggungjawab bersama termasuk gereja. Lewat mimba gereja, uskup dan para pastor akan memberikan imbauan kepada umat untuk melakukan gerakan mencegah stunting dengan memperhatikan asupan gizi anak dan menjaga sanitasi serta hal lain yang berkaitan dengan kesehatan.

Menurut Uskup Dominikus, stunting merupakan masalah serius yang membutuh penanganan secara serius pula oleh semua pihak atau stakeholder.

Wabup Jerry Manafe Canangkan Bursa Inovasi Desa Zona IV

"Ini tantangan kita semua yang membutuhkan penanganan secara bersama. Bangun kekuatan semua stakeholder, kekuatan masyarakat untuk mengambil peran aktif mencegah stunting," pinta Uskup Dominikus.

Kemudian lanjut Uskup dipikirkan cara atau metode untuk pemberdayaan masyarakat secara riil di tengah keluarga-keluarga. Karena pemerintah memiliki bermacam-macam cara dan memiliki dukungan dana.

Pemerintah juga mengontrol sampai ke tingkat masyarakat agar bantuan-bantuan yang diberikan itu berdampat pada penurunan masalah stunting.

Sementara Bupati Belu, Willybrodus Lay mengajak masyarakat untuk meningkatkan etos kerja. Jika setiap orang berkerja delapan jam setiap hari maka bisa meningkatkan kesejahteraan. Dengan etos kerja yang tinggi, setiap orang akan mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membiayai hidupnya termasuk memberikan asupan gizi bagi anak-anaknya.

Bupati Willy mengakui, masalah sumber daya manusia menjadi salah satu pemicu dalam meningkatkan kreativitas warga. Katanya, berbagai tanaman jenis buah bisa bertumbuh Belu seperti, pisang, pepaya, mangga dan advokat. Namun, hasil buah-buahan tersebut jarang diolah secara baik sebagai sumber gizi buat keluarga. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved