VIDEO: Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Kelapa. Lihat Aksi Mereka

VIDEO: Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Kelapa. Aksi tersebut terjadi di bilangan Jalan Polisi Militer, Kota Kupang, NTT.

VIDEO: Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Kelapa di Kupang. Lihat Aksi Mereka

POS-KUPANG.COM, KUPANG – VIDEO: Satpol PP Bongkar Tenda Pedagang Kelapa di Kupang. Lihat Aksi Mereka.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membongkar meja para pedagang kelapa di Jalan Polisi Militer, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (30/7/2019).

Satpol PP juga membongkar tenda-tenda dan mengangkut kelapa milik para pedagang yang jumlahnya mencapai ratusan buah. Para pedagang pun hanya terdiam menyaksikan aksi tersebut.

Demikian pengakuan sejumlah pedagang di Jalan Polisi Militer, Oebobo, belakang Gedung DPRD NTT, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (30/7/2019).

VIDEO: Kemkominfo RI Sosialisasi GenBest di Mbay

VIDEO: Pengukuran Tanah di Fatutuli, Nyaris Ricuh

VIDEO: Bupati Sabu Raijua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian

Serlin Suriyanti Lado salah seorang pedagang,   mengatakan, Satpol PP menghampiri mereka sekitar pukul 09.00 Wita  menggunakan dua truk. Beberapa saat kemudian, mereka lantas menghancurkan meja-meja dan membongkar tenda-tenda dan mengangkut kelapa.

Ia menjelaskan, penertiban tersebut merupakan yang kedua kali, setelah sebelumnya dilakukan penertiban pada 17 Juli 2019 lalu.

Serlin bersama sejumlah pedagang mempertanyakan alasan penertiban tersebut. Pasalnya, mereka sudah mengantongi ijin untuk berdagang di bilangan Jalan Polisi Militer.

"Satpol PP bilang  bahwa Pak Gubernur yang suruh dan kami diminta pindah ke belakang Hotel Cendana. Nah tanggal 22 Juli mereka antar surat ke kami untuk relokasi ke belakang Hotel Cendana. Kami kaget, karena mereka bilang surat dari Gubernur NTT. Padahal surat itu dari Disperindag Kota dan tembusannya Wali Kota Kupang, " ungkap Serlin.

Pada Senin (29/7/2019) siang, Serlin bersama beberapa rekannya menjumpai Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di ruang kerjanya. Menurut Serlin Walikota tidak tahu menahu soal surat Disperindag Kota Kupang itu.

Saat itu, lanjut dia, Walikota lantas menyuruh mereka tetap berjualan di Jalan Polisi Militer. "Jadi kami tetap jual. Eh tadi pagi Satpol PP datang lagi. Mereka menghancurkan meja, bongkar tenda dan angkut kelapa yang sedang kami jual," ungkapnya.

VIDEO: Bupati Don Ingin Tata Bukit Olaolo

VIDEO: Mantan Walikota Kupang Lolos ke DPRD NTT

VIDEO: Satpol PP Bongkar Bangunan Milik Keluarga Tomboy

Anastasia Tineti juga mengatakan hal senada. Dia mengatakan, ia kecewa dengan penertiban tersebut. "Kalau mau tertibkan yah diatur baik-baik. Terus terang pak, Kami buat meja dan tenda itu pakai uang. Dan uangnya tidak sedikit," keluhnya.

Ia juga tak setuju dengan Disperindag Kota Kupang yang meminta mereka pindah ke belakang Hotel Cendana. "Itu lokasi sangat tidak layak untuk berjualan. Banyak kotoran, kandang babi, bau busuk dan medannya tidak pas untuk berjualan. Di tempat itu juga sepi pembeli," ungkapnya.

Kekesalan juga diungkapkan Baltazar Mukin. Menurutnya, apa yang dilakukan Satpol PP sangat merugikannya. "Saya ini ikut koperasi harian. Sehari saja tidak berjualan dan kelapa saya diangkut, saya mau dapat uang dari mana?" keluhnya. (POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Nonton Videonya Di Sini:

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved