Rabu, 3 Juni 2026

Pemerintah Provinsi NTT Perlu Lakukan Mitigasi Bencana Kekeringan

Pemerintah NTT perlu melakukan mitigasi kebencanaan atau upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana kekeringan.

Tayang:
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Adiana Ahmad
ISTIMEWA
Wakil Sekretaris DPD PDIP NTT, Emanuel Kolfidus 

Pemerintah Provinsi NTT Perlu Lakukan Mitigasi Bencana Kekeringan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah NTT perlu melakukan mitigasi kebencanaan atau upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana kekeringan.

Pemantauan juga perlu dilakukan agar dapat mengantisipasi dampak kekeringan.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Emanuel Kolfidus , Selasa (23/7/2019).

Menurut Emanuel, perlu adanya mitigasi agar selalu ada upaya antisipatif dan proaktif.

"Saya kira pemerintah perlu lakukan mitigasi bencana kekeringan. BPBD provinsi maupun kabupaten dan kota harus berkoordinasi dalam rangka mengatasi dampak kekeringan," kata Emanuel.

Dijelaskan, masalah kekeringam di NTT bukan merupakan masalah baru,tetapi hampir selalu terjadi tiap tahun.

"Karena itu, pemerintah dalam hal ini OPD teknis sudah tentu memiliki sistem serta menyusun rencana dalam mengatasi kekeringan," katanya.

Dia mencontohkan, upaya tindaklanjut dari intansi teknis dan instansi terkait seperti
bagaimana pemenuhan kebutuhan air minum bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Lihat Luna Maya Berhijab, Faisal Nasimuddin Lempar Pujian, Inilah 5 Kode Cinta Keduanya

" Bagaimana juga mengantisipasi kerawanan pangan, gagal panen dan potensi kebakaran. Ini semua harus mulai dimenej secara baik sehingga pada saatnya tindakan pencegahan yang dilakukan akan efektif dan mampu meminimalisir dampak dampak negatif dari kekeringan tersebut," ujarnya.

Menyikapi kekeringan yang mulai melanda sejumlah daerah di NTT, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT terus memantau wilayah NTT yang sudah masuk status kering atau hari tanpa hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Thomas Bangke,S.E,M.Si mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengam pemerintah kabupaten dan kota dalam memantau kondisi kekeringan.

"Kita di provinsi tugasnya back up BPBD kabupaten dan kota apabila kondisi kekeringan sudah masuk fase awas atau status awas," kata Thomas.

Pria yang Benar-Benar Mencintaimu akan menunjukkan Ciri-Ciri Seperti INi, Ladies, Yuk Kepoin

Sebelumnya juga Thomas mengatakan, di NTT, saat ini ada 15 daerah di NTT yang sudah menuju status awas bencana kekeringan,karena tidak ada lagi hujan atau hari tanpa hujan.

Dia merincikan sejumlah daerah yang mengalami status hari tanpa hujan dan menuju status awas kekeringan adalah seluruh daratan Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, seluruh Sumba, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, sebagian wilayah Flores bagian barat

"Kategori sekarang ini adalah hari tanpa hujan atau memasuki musimkl kemarau dan menuju status awas," katanya.

Dijelaskan, wilayah NTT memang memiliki musim kemarau dengan hari tanpa hujan lebih banyak, sehingga terjadi musim kering.

Seorang Anggota Polisi Tertembak Saat Tangkap Bandar Narkoba di Pekanbaru

BPBD Provinsi NTT, lanjutnya, tetap melakukan pemantauan dan antisipasi.

"Kita harapkan semua stakeholder ikut berperan dalam mencegah maupun mengantisipasi bencana. Mulai tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak, kita minta ikut berperan," ujarnya.

Dia mengakui, dalam mengantisipasi maupun mencegah bencana , di kabupaten dan kota sudah ada SOP penanganan bencana.

Data Daerah Rawan: 
Semua daratanTimor
- Rote Ndao
- Sabu Raijua
- (seluruh Sumba) Sumba Timur, Sumba Barat,Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah - Alor
- Lembata
- Flores Timur
- Sikka
- Sebagian wilayah Flores bagian barat.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved