Tim P2TP2A Nagekeo Sosialiasi Tentang Perlindungan Hak Anak Bagi Pelajar

P2TP2A Kabupaten Nagekeo memberikan materi pada kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMA Katolik Baleriwu Danga Kota Mbay.

Tim P2TP2A Nagekeo Sosialiasi Tentang Perlindungan Hak Anak Bagi Pelajar
POS-KUPANG.COM/ GORDI DONOFAN
Tim P2TP2A Nagekeo saat memberikan materi sosialisasi tentang perlindungan anak di SMA Katolik Baleriwu Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Juli 2019. 

Adapupa Peraturan Bupati nomor 12 Tahun 2018 tentag Pedoman Pengembangan kabupaten Layak Anak dan Peraturan Bupati nomor 110 Tahun 2018 tentang Pembentukan Tim P2TP2A.

"P2TP2A adalah Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Di Nagekeo ada Forum Anak Nagekeo yang merupakan perkumpulan anak yang dibina oleh pemerintah dalam rangka pemenuhan hak-haknya," ujarnya.

Ia mengatakan dalam kegiatan ini disampaikan pula program kementrian PPPA dan konsep melindungi diri sendiri dari hal-hal yang menjurus pada kekerasan.

Satu Pulau di NTT Ini Berpotensi Terjadi Kebakaran Lahan Atau Hutan, Jadi Waspada lah!

"No - Go - Tell artinya anak harus berani manolak dan berkata tidak saat merasa berada dalam resiko atau perlakuan salah dari orang lain dan Pergi dari lingkungan itu untuk Melaporkan kepada lembaga-lembaga pemerhati anak seperti P2TP2A, KP2AC, KP2AD, Forum anak, pihak berwajib dan orang-orang yang dipercaya," ujarnya.

Ia mengaku selain itu ada Program kementrian PPPA yaitu : "THREE ENDS " yang artinya akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. *. Akhiri perdagangan orang. *. Akhiri kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan.

Sementara Pengurus P2TP2A,Maria Anjelina Sekke Wea, tentang upaya pencegahan seks bebas, pengawasan orang tua harus ditingkatkan, ketahanan diri dari setiap anak harus kuat dengan cara bina komunikasi yang baik antara orang tua, guru dan masyarakat sekitar serta pendalaman iman yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

KPU Malaka Tetapkan 25 Caleg Terpilih

Sementara itu, Ine, pengurus Forum Anak Nagekeo menyampaikan tentang anak sebagai pelopor dan pelapor.

Pelopor menjadi agen perubahan, teladan, baik di rumah maupun di sekolah.

Pelapor terlibat aktif menyampaikn pendapat ketika mengalami atau melihat, merasakan, tidak terpenuhi hak-hak anak di sekitarnya.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved