Masalah Rabies Di Flores, Doktor Maria Geong: Cakupan Vaksinasi Belum Maksimal

Doktor Epidemiologi, Maria Geong mengatakan, salah satu penyebab masih terjadinya kasus rabies di daratan Flores belum maksimal

Masalah Rabies Di Flores, Doktor Maria Geong: Cakupan Vaksinasi Belum Maksimal
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Maria Geong saat ditemui wartawan, Jumat (18/5/2018). 

Masalah Rabies Di Flores, Doktor Maria Geong: Cakupan Vaksinasi Belum Maksimal

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO- Doktor Epidemiologi, Maria Geong yang juga Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) mengatakan, salah satu penyebab masih terjadinya kasus rabies di daratan Flores karena cakupan vaksinasi terhadap hewan rabies, terutama anjing belum maksimal.

Dia menjelaskan, cakupan vaksinasi itu seharusnya di atas angka 80 persen dari jumlah total populasi hewan rabies.

"Target untuk bebas rabies itu tahun 2020 tetapi seharusnya saat ini tidak boleh ada lagi kasus yang positiv rabies. Kasus rabies masih terjadi karena cakupan vaksinasi belum maksimal," kata Maria saat dikonfirmasi POS--KUPANG.COM, Kamis (18/7/2019).

Disampaikannya pada tahun 2012/2013 lalu, populasi anjing di Flores mendekati 300 ribu ekor.

"Perkembangan dinamika populasi harus diketahui secara pasti dalam rangka upaya penanganannya," kata Maria.

Antara pemerintah daerah di daratan Flores kata dia perlu melakukan vaksinasi secara bersamaan. Namun selama ini hal itu belum dilakukan karena faktor pendanaan yang berbeda-beda antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya.

Resiko Petugas Vaksin Rabies di Sikka-NTT, Anjing Meronta Terkam Jari, Nyawa Taruhannya  

"Misalnya vaksinasi itu dilakukan secara bersamaan dalam Bulan Juli secara serempak dan kompak," kata Maria.
Upaya lainnya kata dia, komunitas peduli rabies yang sudah dibentuk di Flores harus diaktivkan lagi.

"Dulu kita sudah bentuk komunitas bersama peduli rabies di Flores, itu perlu diaktifkan lagi sehingga bisa melakukan penanganan secara bersama," kata Maria.

Selain itu pelayanan call centre penanganan rabies juga harus diaktifkan lagi.

Call centre itu kata Maria sudah dibuat beberapa tahun lalu agar korban bisa menghubungi nomor tersebut sehingga pelayanan atau penanganannya bisa segera dilakukan.

Kisah Korban Gigitan Rabies di Sikka-NTT, Dikira  Kena Racun Berobat  ke Dukun

"Rabies itu sangat berbahaya, urutan kedua setelah malaria," kata Maria.

Dia menambahkan, potensi pariwisata di Flores yang makin diminati wisatawan perlu sejalan dengan penanganan rabies.

"Kita bisa dinyatakan bebas rabies apabila selama dua tahun berturut-turut tidak terjadi kasus positif rabies," kata Maria.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved