Kamis, 30 April 2026

Polisi Sidik Kasus Penganiayaan Penjual Nabas di Oebobo.

Satuan Reskrim Polres Kupang Kota telah melakukan penyidikan kasus penganiayaan penjual Nasi Babi (nabas) di Kota Kupang.

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Yoriansor Lakapu (19), seorang penjual nasi babi (nabas) di Kota Kupang yang Dianiaya oknum pemuda saat berjualan di bilangan ruko Oebobo, Kota Kupang, Sabtu (2262019) dinihari. 

Polisi Sidik Kasus Penganiayaan Penjual Nabas di Oebobo

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Satuan Reskrim Polres Kupang Kota telah melakukan penyidikan kasus penganiayaan penjual Nasi Babi (nabas) di Kota Kupang.

Penjual nabas tersebut yakni Yoriansor Lakapu (19) dan Dianiaya oleh seorang oknum yang tengah mabuk miras pada Sabtu (22/6/2019) dinihari lalu.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH melalui Kanit Tipidum Ipda Yance Kadiaman, SH di Mapolres Kupang Kota, Rabu (3/7/2019).

"Untuk kasus itu, sekarang sudah dalam proses penyidikan dan sementara kami melakukan konfirmasi dengan korban," katanya.

Rusak Tempat Jualan Nabas dan Siram Penjual dengan Moke, Pria di Kupang Ini dibekuk Polisi

Dijelaskannya, korban saat ini sulit dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Korban sudah menjalani visum dan sudah periksa, saat ini kami kesulitan untuk bertemu dengan saksi lainnya dan korban," ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah membekuk seorang yang diduga pelaku yakni Matias Ronaldo J. Dakaweni (27). Ia dibekuk pada Selasa (2/7/2019) malam di seputaran Jln Shoping Center Fatululi, Kota Kupang.

Matias dibekuk lantaran pada Sabtu (29/6/2019) malam melakukan pengrusakan di tempat yang sama dengan korban yang berbeda yakni rekan Yoriansor Lakapu.

"Pelaku ini terindikasi juga merupakan pelaku dalam TKP yang sama yakni di ruko Oebobo," paparnya.

 Tega Nian, Seorang Pria Perkosa Nenek-Nenek saat Usai Pesta Miras

Diberitakan sebelumnya, Yoriansor Lakapu (19), seorang penjual nasi babi (nabas) di Kota Kupang harus menahan sakit pada bagian wajah dan punggungnya akibat dianiaya seorang pemuda mabuk, Sabtu (22/6/2019) dinihari.

Kening dan hidung Jordi terlihat bengkak dan lebam. Pada bagian punggung, ia merasa sakit yang tak tertahankan.

Peristiwa nahas ini menimpanya sekitar pukul 02.00 Wita di lapak jualannya di bilangan ruko Oebobo, Kota Kupang.

Yoriansor mengaku, peristiwa itu dipicu karena air mineral yang dijualnya habis saat oknum pemuda mabuk yang tidak dikenalnya usai makan.

Saat kejadian, ia ditemani rekannya Sani Mela (28). Mereka biasanya berjualan pukul 21.00 Wita - pukul 06.00 Wita.

"Dia pukul beta (saya) hanya karena air yang beta (saya) jual habis, padahal beta sudah kasitahu dia kalau air Aqua gelas tinggal satu," jelasnya didampingi sejumlah rekannya.

Oknum pemuda tersebut merupakan pelanggan yang biasanya makan di tempat tersebut usai bermain judi bola guling.

Mereka juga sempat menenggak minuman keras beberapa botol di tempat tersebut.

Saat kejadian, pelaku bersama belasan rekannya datang ke tempat tersebut sudah dalam kondisi mabuk miras.

Yoriansor mengisahkan, usai mendengar jawaban darinya bahwa air mineral yang disediakan tinggal satu gelas, kata dia, oknum pemuda itu langsung membanting air tersebut di atas meja tepat di depan Yoriansor.

"Habis itu, dia langsung hantam saya satu kali di hidung," kisahnya.

Tidak puas dengan satu pukulan tepat di wajah Yoriansor, oknum pemuda ini kembali menyerang dengan membabi buta pada bagian wajah dan punggung Yoriansor.

Beberapa rekan pelaku sempat menahan pelaku agar menghentikan tindakan penganiayaan yang dilakukannya.

"Dia pukul beta empat kali di muka dan tendang dua kali terus satu kali pukul juga," ujarnya sembari menunjuk punggungnya yang sakit.

Diakuinya, pelaku dan belasan rekannya sering mengunjungi lapak miliknya usai bermain judi bola guling dan dalam keadaan mabuk miras.

"Mereka biasanya datang baru bagi uang judi di sini, saya hanya lihat saja. Mereka juga sering makan sambil minum (miras)," kisah Yoriansor.

Setelah puas menganiaya Yoriansor, oknum pemuda tersebut langsung meninggalkan tempat tersebut tanpa membayar makanan yang telah dikonsumsinya.

"Saya tidak terima, kita hanya cari uang untuk hidup tapi diperlakukan tidak manusiawi, salah saya apa," imbuh Yoriansor.

Sementara itu, rekan korban, Sani Mela (28) mengaku, dirinya juga sempat dimaki oleh pelaku sesaat setelah menganiaya Yoriansor.

"Waktu beta punya adik (korban) kena pukul beta tanya kenapa pukul beta punya adik? Lalu ada telepon masuk, beta angkat telepon itu terus dia maki saya dan bilang lu (kamu) mau telepon siapa?," Kata Sani menuturkan ucapan pelaku.

Karena tidak terima dengan perbuatan pelaku, Yoriansor bersama sejumlah rekannya langsung mendatangi SPKT Polres Kupang Kota untuk menginformasikan kejadian tersebut sekitar pukul 05.00 Wita.

Aparat kepolisian Polres Kupang Kota langsung mendatangi TKP usai mendapatkan informasi pada pukul 05.40 Wita.

Kepada POS-KUPANG.COM, korban mengaku akan melaporkan kejadian tersebut di Mapolres Kupang Kota pagi ini sekitar pukul 07.00 Wita.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved