Headline News Hari Ini
Jepara Klaim Tenun Ikat Sumba Timur
Terlihat jelas kain kombinasi warna biru putih dengan motif Kuda. Namun diklaim sebagai kain tenun Troso, Jepara.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Alfons Nedabang
Menurutnya, motif tenun ikat NTT tidak luput dari plagiarisme karena bagus dan menarik serta disukai banyak pihak. Hal itu menjadi peluang pasar yang menjanjikan bagi pihak yang melakukan plagiarisme.
"Karena bagus dan semua orang suka. Mereka menangkap peluang itu, mereka bisa menciptakan motif menggunakan cap atau batik saja. Motif NTT juga unik, dan orang luar negeri suka. Jadi mereka ciptakan kain yang memiliki motif NTT supaya digandrungi orang. Kan mudah saja," ucapnya.
• Hotman Paris Hutapea Bermesraan dengan Ayu Ting Ting Padahal Dulu Saling Sindir Sampai Bermusuhan
"Saya sangat prihatin dan menyayangkan atas tindakan plagiarisme yang dilakukan. Sebab akan mengganggu pasar tenun ikat yang ada di NTT maupun di pasar nasional maupun internasional," tambah Arie.
Arie mendorong pemerintah untuk membuat hak paten atau hak kekayaan intelektual supaya tenun NTT diproteksi dari plagiarisme yang sifatnya masal.
Pemerintahan saat ini, sudah mulai perhatian dan concern akan eksistensi tenun ikat NTT. Namun, hal tersebut dirasa tidak cukup jika tidak ada hak paten maupun hak kekayaan intelektual akan tenun ikat yang ada demi menjaga ciri khas dan orisinalitas tenun ikat dari NTT.
• Galih Ginanjar Batal Jumpa Pers Tanggapi Laporan Fairuz
"Saya melihat pemerintah sekarang cukup concern dengan tenun ikat tapi saya belum tahu Pemerintah sekarang sudah membuat hak paten atau belum saya belum tahu tapi dari segi perhatian tenun ikat sudah ada. Saya prihatin karena kalau motif kita tidak ditiru orang mau beli tenun ikat kan harus ke kita lagi. Dengan sendirinya kita punya pasar tenun akan terganggu," ujar Arie. (rob/yel/aca/hh/ii)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengrajin_20170704_133105.jpg)