Breaking News
Minggu, 17 Mei 2026

Headline News Hari Ini

Jepara Klaim Tenun Ikat Sumba Timur

Terlihat jelas kain kombinasi warna biru putih dengan motif Kuda. Namun diklaim sebagai kain tenun Troso, Jepara.

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Alfons Nedabang
POS KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Rambu Danga Lelap dengan tenun ikat Sumba Timur miliknya. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tenun ikat Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga dijiplak dan diklaim sebagai milik Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Hal ini diketahui saat pentas fashion show di Paris, Prancis. Kegiatan diselenggarakan Indonesia Fashion Chamber dengan melibatkan perwakilan siswi SMK se-Indonesia sebagai peserta.

Ada dua siswi SMK NU Banat Kudus tampil di acara tersebut. Belakangan diketahui bernama Fitria Noor Aisyah (19) dan Farah Aurelia Majid (17). Keduanya siswi kelasa XII dengan balutan tenun ikat Sumba Timur.

Terlihat jelas kain kombinasi warna biru putih dengan motif Kuda. Namun diklaim sebagai kain tenun Troso, Jepara.

VIDEO: Heboh, Komodo Pota Masuk Kampung Nanga Baras, Warga Lakukan Hal Ini Terhadap Komodo Itu

Klaim tersebut mengundang reaksi. Pemilik akun Twiter, @Foya_2 mengunggah screenshot (tangkapan layar) Fitria Noor Aisyah dan Farah Aurellia Majid.

"Sayang sekali, tenunan NTT motif Sumba diklaim sebagai Tenunan asli Jepara...sejak kapan Jepara buat Tenuan?" tulis @Foya_2.

Dari Twiter, perdebatan menjalar ke media sosial lainnya, termasuk Facebook. Muncul juga petisi Gugat Pemalsu Tenun Ikat Sumba yang digulirkan di laman Change.org.

Herman Umbu Bili memulai petisi kepada Gubernur NTT, Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat, Bupati Sumba Tengah dan Bupati Sumba Barat Daya. Petisi adalah pernyataan yang disampaikan kepada pemerintah utnuk meminta agar pemerintah mengambil tindakan terhadap sesuatu hal.

Hotman Paris Hutapea Bermesraan dengan Ayu Ting Ting Padahal Dulu Saling Sindir Sampai Bermusuhan

"Sebetulnya saya tidak begitu gelisah saat tenun ikat kita dipaslukan, karena yang asli memiliki segmen dan kehormatannya sendiri. Namun pada saat mereka membawa klaim bahwa motif ini milik mereka (Tenun Troso Jepara) diajang Internasional saya rasa kita tidak boleh diam apalagi dibiarkan....," tulis Herman Umbu Bili menyertai petisi yang dibuat.

Sejumlah akun Facebook, di antaranya Noviria D Milla membagikan petisi yang dibuat Jumat (28/6/2019). "Bantu tanda tangani petisi ini ...untuk menyuarakan kain tenun ikat sumba yang banyak dijiplak," tulis akun Noviria Dmilla. Dintip Pos Kupang, Minggu (30/6/2019) pukul 21.30 Wita, petisi telah ditandatangani lebih dari 6.000 orang.

Yustinus promosikan tenun ikat Sumba di arerna Pameran UMKM Lippo Plaza Kupang, Sabtu (30/3/2019).
Yustinus promosikan tenun ikat Sumba di arerna Pameran UMKM Lippo Plaza Kupang, Sabtu (30/3/2019). (POS KUPANG/YENI RACHMAWATY)

Wakil Ketua I DPRD Sumba Timur, John David perihatin setelah mengetahui tenun ikat Sumba Timur dijiplak. Menurutnya, hal itu dampak dari belum ada langkah konkrit untuk mempatenkan motif tenun ikat Sumba Timur.

Pemda Sumba Timur, lanjut John David, harus mengambil langkah konkrit untuk melindungi pengrajin masyarakat. "Mestinya ada langkah konkrit yang kita lakukan. Daerah haruslah memfasilitasi," kata John David ketika dihubungi melalui via telepon, Minggu (30/6/2019) sore.

Dia menegaskan, meski dipatenkan tetapi tidak bisa menggunakan nama Pemda Sumba Timur karena pemda bagian dari pelayanan. Seharusnya yang menggunakan hak paten perorangan atau kelompok pengrajin yang ada di setiap kecamatan.

Lahir 1 Juli, Agnes dan Erwin Dapat SIM C Gratis dari Polres Manggarai

Mereka mempunyai keahlian dalam membuat tenunan dan harus difasilitasi pemda. "Minimal dipatenkan per wilayah. Karena setiap kecamatan memiliki pengrajin dengan motif kain tenun ikat berbeda-beda," ujarnya.

Sumba Timur sendiri bukan hanya satu motif tenun ikat. Ada beragam, di antaranya dari Haharu, Kanatang, Kambera, Rende, dan Pahunga Lodu. Selain tenun ikat Sumba Timur, motif tenun ikat di NTT sangat bagus.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora mengaku sulit melakukan proses hukum terhadap pembajak motif tenun ikat Sumba Timur.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora
Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora (POS KUPANG.COM/ROBERT ROPO)
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved