Tiga Jenis Tarian dari SMA Fransiskus Boawae Meriahkan Upacara Sese Tuye Tangi di Mauponggo

Sekitar 50 orang penari dari SMA Swasta Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae ikut memeriahkan upacara Sese Tuye Tangi di Kampung Nualobo

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ GORDI DONOFAN
Para penari SMA Swasta Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae saat ikut menari di Kampung Nualobo Desa Lajawajo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo, Kamis (2762019). 

Tiga Jenis Tarian dari SMA Fransiskus Boawae Meriahkan Upacara Sese Tuye Tangi di Mauponggo

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY- Sekitar 50 orang penari dari SMA Swasta Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae ikut memeriahkan upacara Sese Tuye Tangi di Kampung Nualobo Desa Lajawajo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo, Kamis (27/6/2019).

Para penari membawakan tiga jenis tarian dalam upacara Sese Tuye Tangi di Kampung Nuabolo Mauponggo.

Tiga jenis tarian itu diantaranya Toda Gu, Tea Eku, Dero Sese.

Saat itu para penari didamping oleh Kepala SMA Swasta Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae, Bruno Kewo Ule, S.Fil, Pembina Osis Fransiskus X. Remba, Heru Keti, Rofina Wonga, Erna Wea, Patris Ajo.

Didukung DPC Flores dan Lembata, Aleks Longginus Calonkan Diri Pimpin PDIP NTT

Pembina Osis SMA Swasta Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae, Fransiskus X. Remba, kepada POS KUPANG.COM, menjelaskan, jumlah semua penari ada 50 an orang.

Para penari memang sudah dilatih secara rutin sebelum ikut memeriahkan even ini.

SMA Fransiskus Boawae setiap even jika diundang akan terlibat memeriahkan even itu.

"Kita kreasi sendiri. Penari semua ada 50 an orang. Kami senang bisa bawakan tiga tarian hari ini. Semoga menyenangkan," ujar pria yang akrab disapa Fanto ini.

Fanto berharap agar anak-anak penari dari SMA Fransiskus Xaverius tetap rendah hati dan terus berlatih sehingga bisa menjadi penari yang profesional nantinya.

Kontrak Tidak Diperpanjang, 28 Anggota Satpol Sumba Barat Daya Mengadu Ke DPRD

Budaya dan tarian khas Nagekeo akan dilestarikan dan terus dikembangkan. Tarian khas Nagekeo sangat bagus dan beda dengan tarian lainnya.

Penari SMA St. Fransiskus Xaverius Boawae, Ana Maria Menge, mengaku, sangat senang dan bangga, karena sekolah kami diberi kepercayaan untuk mengisi acara dalam upacara ini.

"Ini sekaligus mau mempromosikan kepada semua orang akan tarian tradisional khas Nagekeo," ujar siswi yang akrab disapa Nana ini.

Nana berharap agar tarian Dero tetap dilestarikan sehingga menjual pariwisata Nagekeo dunia luar. Baik dalam negeri maupun luar negeri.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved