Sabtu, 30 Mei 2026

VIDEO: Tatong, Alat Musik Khas Orang Lembata

VIDEO: Tatong, alat musik khas milik orang Lembata. Alat musik tradisional ini, telah diwariskan secara turun temurun sejak dahulu kala

Tayang:
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin

VIDEO: Tatong, Alat Musik Khas Orang Lembata

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- VIDEO: Tatong, Alat Musik Khas Orang Lembata.

Masyarakat Kedang di Kabupaten Lembata memiliki alat musik tradisional yang diwariskan turun temurun sejak dahulu kala. Namanya Tatong.  

Sampai hari ini, tatong selalu dimainkan dari generasi ke generasi.

Di beberapa pentas seni dan festival budaya tingkat kabupaten, Tatong sering dimainkan oleh para musisi Kedang.

Pada tahun 2016, Andreas Dewa, salah satu seniman yang giat memperkenalkan Tatong, pernah memainkan alat ini dalam sebuah festival seni dan budaya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Beberapa kali juga diundang oleh Kementerian Pariwisata untuk tampil di Jakarta.

VIDEO: Petani Batakte Dilatih Buat Pupuk Bokasi

VIDEO: Calon Siswa Berjejal di SMAN 5 Kupang

VIDEO: Banyak Muncul Kartu Keluarga yang Baru Saat Siswa Verifikasi Data di Sekolah, Ada Apa?

Sementara dalam sebuah ritual adat di Desa Benihading II, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Selasa (25/6/2019), Pos Kupang menyaksikan langsung bagaimana Tatong dimainkan mengiringi tarian 'titi jagung' yang dibawakan beberapa penari putri.

Diiringi pukulan gendang, bunyi Tatong terdengar unik dan khas meski dia hanya terdiri dari empat senar.

Dawai atau senar Tatong merupakan irisan dari badan bambu. Untuk membagi bunyi nada, sepotong kayu dijadikan pemisah semacam fret pada alat musik gitar.

Tatong dimainkan dengan cara dipetik. Bisa dipetik dengan jari tetapi juga dengan bantuan pick yang terbuat dari bambu.

Fransiskus Lema menuturkan, alat musik berusia ratusan tahun itu selalu dimainkan di Kedang. Tatong sudah ada sejak nenek moyang orang Kedang yang menempati Gunung Uyelewun.

Sebagai upaya pelestarian, Tatong juga diajarkan di sekolah-sekolah di Kedang. Saat ini, anak-anak di Kedang pandai memainkan Tatong.

Eman Ubuq, selaku masyarakat adat, menceritakan, pada zaman dulu, alat musik ini dimainkan untuk memuja dewa Wula Loyo (dewa matahari).

Alat musik ini, katanya, lebih tua dari alat musik Sasando dari Pulau Rote dan sudah ada sebelum masyarakat Kedang mengenal gong dan gendang.

Tonton Video ini, Amerika Hancurkan Thailand di Piala Dunia Wanita 13 Gol Tanpa Balas, Ada Air Mata

VIDEO: Ada Pasar Unik Bernama Katemak #BetaBaper, Pengunjung Belanja Pakai Loit, Seperti Apa Itu

VIDEO: Lenggak Lenggok Gadis NTT Dalam Pemilihan Putri Tenun NTT di Aula Rujab Gubernur NTT

Kehadiran alat musik gong dan gendang sempat menggerus Tatong dan beberapa alat musik tradisional asli Kedang seperti edang, peku, dan nureng (seruling).

Pasalnya, gong dan gendang yang dibawa masuk bersamaan dengan masuknya penjajah sekitar tahun 1700-an dianggap oleh orang Kedang sebagai barang mewah dan berharga.

"Gong dijadikan belis (mahar). Gong jadi bagian dari belis sampai sekarang," kata Eman.

Dalam kebudayaan Kedang, ada istilah 'edang tatong lia nama' yang secara harafiah berarti memainkan edang tatong untuk bertandak dan menari.

Hingga kini, alat musik tatong dan nureng masih bisa ditemukan di wilayah Kedang. Sedangkan edang dan peku sudah mulai punah.

Eman dan sejumlah masyarakat adat Kedang gencar melestarikan adat, budaya dan bahasa Kedang secara terus menerus kepada generasi muda Kedang.

Mereka tak ingin nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Kedang lenyap ditelan arus modernisme. (POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Nonton Videonya Di Sini:

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved