Ustadz Yusuf Mansur Unggah Brondong Ganteng Nikahi Nenek-Nenek, Inilah 7 Kisah Pemuda Nikahi Oma-Oma

Ustadz Yusuf Mansur Unggah Brondong Ganteng Nikahi Nenek-Nenek, Inilah 7 Kisah Pemuda Nikahi Oma-Oma

Ustadz Yusuf Mansur Unggah Brondong Ganteng Nikahi Nenek-Nenek, Inilah 7 Kisah Pemuda Nikahi Oma-Oma
Instagram/kolase
Ustadz Yusuf Mansur Unggah Brondong Ganteng Nikahi Nenek-Nenek, Inilah 7 Kisah Pemuda Nikahi Oma-Oma 

1. Pernikahan Ade Irawan dan Nenek Sanih

Ade Irawan dan <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/nenek' title='Nenek'>Nenek</a> Sanih

kolase Sriwijaya Post
Ade Irawan dan Nenek Sanih

Ade Irawan menikahi seorang perempuan bernama Nenek Sanih, sempat viral pertengahan 2017 silam.

Beredar foto pernikahan di media sosial, yakni Ade Irawan mengenakan jas hitam dengan peci sedangkan istrinya memakai gamis hijau dan hijab warna kuning, tengah duduk di sofa pelaminan.

Pesta pernikahan pemuda dan perempuan ini cukup unik, karena penganti perempuan usianya lebih tua 49 tahun dibandingkan pengantin laki-laki.

Kejadian unik itu terjadi di Kampung Cipicung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pesta pernikahan sederhana yang digelar pada Minggu (24/9/2017) itu antara Ade Irawan pemuda berusia 21 dan seorang wanita bernama Sanih (70).

Sanih yang merupakan janda tua itu dipersunting Ade yang usianya terpaut sangat jauh dengannya.

Ade mangaku memilih menikah dengan Sanih lantaran sempat gagal menjalin asmara dengan perempuan sebayanya.

Ia bahkan mengaku mendapat banyak tuntutan bila menjalin asmara dengan perempuan sebaya, terutama menyadari bahwa urusan ekonominya tergolong minimal.

Ade yang sehari-hari bekerja serabutan dituntut untuk berkecukupan dari pihak pasangannya terdahulu.

"Pernikahan saya yang kedua ini sudah kehendak Allah, saya niatnya ibadah untuk berumahtangga," kata dia.

2. Pernikahan Selamet Riyadi dan Nenek Rohaya

Selamet Riyadi dan Nenek Rohaya
Tribunnews.com
Selamet Riyadi dan Nenek Rohaya

Tak jauh berbeda dengan Ade, pernikahan pemuda dan nenek-nenek yang sempat viral ini juga sempat mencuri perhatian.

Seorang pemuda bernama Slamet Riyadi, menikah dengan Nenek Rohaya, warga dari Baturaja.

Walau usianya terpaut jauh dengan sang istri, pemuda ini tetap keukeh menikahi wanita pujaan hatinya itu, walaupun sang istri telah dipanggil nenek.

Selamet Riyadi berusia 16 tahun menikahi nenek lanjut usia bernama Rohaya binti Ki Agus Muhammad Jakfar yang telah menginjak usia 71 tahun.

Pernikahan ini berlangsung di Dusun 1, Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU.

Pernikahan Slamet dan Nenek Rohaya dibantu P3N (Petugas Pembantu Pencatat Nikah) desa Setempat, atas nama Ibnu Hajar.

Meski berlangsung sederhana, prosesi pernikahan berlangsung khusuk dan sederhana dihadiri Kepala Desa Karangendah Cikani.

Sebelumnya, kedua pasangan beda usia ini sempat gegerkan masyarakat setempat lantaran mengancam akan bunuh diri bersama bila keduanya dilarang menikah.

3. Pernikahan Sofian dan Oma Martha

Sofian dan Oma Martha

kolase facebook.com/revol stenly
Sofian dan Oma Martha

Serupa dengan dua fenomena sebelumnya, pernikahan Sofian dan Oma Martha juga jadi sorotan.

Walau terpaut 54 tahun, cinta mampu menepis jurang perbedaan usia mereka.

Sofian merangkul pundak Martha saat melayani sesi wawancara. Dia kemudian menuturkan awal mula dia menemukan tambatan hatinya.

"Setahun lalu ada telepon masuk ke ponsel saya. Tidak tahu siapa, saya angkat dan kami berkenalan. Mulai dari situ kami terus berkomunikasi," cerita Sofian.

Komunikasi yang intens membuat Sofian yang saat itu bekerja di sebuah bengkel di Kotamobagu merasa menemukan cintanya.

"Saya belum pernah pacaran sebelumnya. Saya merasa jatuh cinta," kata Sofian seperti dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Tak tahan dengan perasaan cintanya, Sofian pun kemudian nekat mendatangi Martha di Lelama, yang jaraknya cukup jauh.

"Saya tidak tahu kalau Martha sudah setua ini. Namun, kami merasa benar-benar jatuh cinta, dan sepakat melanjutkan hubungan ini," tutur Sofian.

Meski banyak keluarga yang menentang, namun karena tekad kuat Sofian dan Oma Martha, keduanya akhirnya menikah.

4. Pernikahan Guntoro dan Nenek Maryam

Nenek Maryam dan Guntoro

Tribun Medan
Nenek Maryam dan Guntoro

Guntoro memutuskan untuk menikahi Maryam bukan karena utang budi atau harta, namun ia mengatakan karena ingin memenuhi sunah rosul.

Dilansir Grid.ID dari Tribunnews, bagi Guntoro, usia bukanlah suatu halangan dalam menjadi suatu hubungan.

Guntoro dan istrinya, Maryam memiliki jarak usia 34 tahun lebih tua sang istri.

Akan tetapi, keduanya mengaku, jarak usia jauh mereka bukan halangan untuk membina rumah tangga.

Kedua pasangan ini pertama kali berjumpa di warung ibunda Guntoro, Suratmi (42), di Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Maryam yang merupakan janda delapan anak, kerap mampir ke warung milik Ibu Guntoro.

Dari situ lah jalinan asmara mereka terangkai.

5. Pernikahan Rokim dan Nenek Tampi

Rokim dan <a href='https://kupang.tribunnews.com/tag/nenek' title='Nenek'>Nenek</a> Tampi

KOMPAS.com
Rokim dan Nenek Tampi

Seorang pemuda berusia 24 tahun, Rokim, menikahi Tampi binti Tompo, seorang wanita tua berusia 67 tahun.

Tentunya kabar pernikahan pria yang berusia 43 tahun itu menjadi perbincangan di dunia maya mendadak heboh.

Pria ini mengaku bahwa cintanya sudah lama tertanam dengan janda itu sejak usianya masih 16 tahun.

Tampi yang tak memiliki anak ini sebelumnya sudah memiliki seorang suami, namun ia mengaku bahwa suaminya sudah meninggal dunia belasan tahun silam.

Fenomena menikahi perempuan yang usianya terpaut jauh seolah sudah tak asing lagi di Indonesia.

Meski beberapa di antaranya ditentang keluarga, lantaran perbedaan usia, namun cinta dan tekad mereka memang tak bisa dipisahkan .

Adakah dampak dari pernikahan pemuda menikahi perempuan yang usianya lebih tua darinya?

Pernikahan beda usia atau bahkan terpaut jauh kadang jarang diperhatikan.

Meski banyak fenomena pernikahan beda usia ini masih awet dan juga harmonis, tak banyak yang menyadari bahwa akan berdampak di berbagai hal, di antaranya kesehatan.

6. Remaja Nikahi Nenek 65 Tahun

pemuda dan Nenek di Lombok
pemuda dan Nenek di Lombok 

Ini terjadi terhadap seorang pemuda di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang sempat menjadi viral dan heboh pada 2015 lalu.

Pria yang berumur 17 tahun ini menikahi nenek-nenek yang menginjak usia 65 tahun.

Tak diketahui siapa nama pria dan wanita itu, jelasnya remaja ini pada saat pernikahan berlangsung masih duduk di bangku SMA.

7. Pemuda 27 Tahun Nikahi Nenek 53 Tahun

Irfan dan Rubiyem
Irfan dan Rubiyem 

Pernikahan berlangsung saat diadakan nikah massal yang digelar bertepatan rangka HUT Kota Jogja ke-257 pada 2015.

Benih cinta pada kedua mempelai ini dikatakan sebagai cinlok alias cinta lokasi.

Keduanya bertemu saat kursus pijat di Solo, Jawa Tengah.

Jadi tak salah jika jalinan asamra ini bak sinetron FTV yakni Cinta Beda Usia Bersemi di Tempat Kursus. 

Faktor Laki-laki Menikah dengan Perempuan yang Lebih Tua

Banyak laki-laki yang tertarik dengan perempuan lebih tua dengan alasan kematangan atau bahkan pengalaman dalam hidup.

Inilah berbagai alasan laki-laki memilih perempuan yang usianya lebih tua.

1. Kompatibilitas seksual

Melansir dari Psychology Today, Alfred Kinsey menyimpulkan bahwa hormon laki-laki mencapai puncaknya pada usia 18 tahun sedangkan perempuan, baru di usia 30 tahun.

Sehingga hal ini berpengaruh. Karena laki-laki pada daarnya menginginkan perempuan yang dinikahinya sudah cukup subur untuk meningkatkan peluang kompatibilitas seksualnya.

2. Kedewasaan hubungan

Laki-laki selalu menginginkan pasangan yang memiliki kedewasaan dalam hidup berumah tangga.

Hal ini dikarenakan laki-laki ingin memiliki pasangan yang mampu menyelesaikan berbagai maslaah secara dewasa dan tak mudah bertengkar hanya karena masalah sepele.

Menikahi perempuan yang usianya lebih tua, bagi mereka merupakan pilihan tepat karena mereka menikah dengan perempuan yang lebih dewasa dalam hidup.

Bahkan, mereka juga menilai bahwa perempuan yang lebih tua nantinya memiiki pola asuh yang lebih baik untuk anak-anak mereka nantinya.

Kedewasaan dalam mengasuh anak inilah yang dipertimbangkan laki-laki.

Di balik dua alasan tersebut, tak banyak yang menyadari bahwa pernikahan dengan perempuan yang lebih tua juga berdampak bagi pernikahan mereka.

Dampak Menikahi Perempuan yang Lebih Tua

Menurut penelitian Max Planc Gesellschaft pada 2010 silam, pernikahan dengan pasangan yang usianya terpaut jauh memiliki tingkat hidup lama lebih rendah dibandingkan mereka yang menikah dengan pasangan sebaya.

Hal ini sudah lama diasumsikan dan dibuktikan dengan adanya berbagai penelitian selama bertahun-tahun.

Banyak yang menilai bahwa bila menikah dengan pasnagan yang usianya lebih tua, kehidupannya jauh lebih mapan lantaran perbedaan usia yang membuat mereka tetap hidup sehat dan memiliki kedewasaan dalam hidup.

“Tetapi teori-teori ini sekarang harus dipertimbangkan kembali,” ujar Sven Drefahl, peneliti dari Institut Max Planc di Jerman.

“Tampaknya alasan untuk menikah dengan usia yang terpaut jauh untuk kesehatan ini tidak jelas,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pilihan terbaik, ketika seseorang menikah dengan pasangan yang usianya persis sama atau sebaya.

Menurut penelitian Drefahl, yang diterbitkan 12 Mei di jurnal Demography , perempuan yang menikahi pasangan tujuh hingga sembilan tahun lebih muda meningkatkan risiko kematian mereka sebesar 20 persen.

Seleksi kesehatan bahwa perempuan lebih tua adalah perempuan yang lebih matang dalam hal seksual tidak berlaku dalam penelitian ini.

Kebanyakan, pernikahan mereka juga berujung pada perceraian.

Bahkan lebih dari itu, Drefahl juga meragukan perempuan yang usianya lebih tua dari pasangannya bermanfaat dari segi psikologis dan sosial.

Artinya, perempuan yang lebih tua belum tentu dewasa dalam bersikap, baik pada pasnagan maupun lingkungan.

"Rata-rata, laki-laki memiliki kontak sosial yang lebih sedikit dan lebih berkualitas daripada perempuan," kata Drefahl. 

Jadi, tidak seperti manfaat istri yang lebih muda, seorang suami yang lebih muda tidak akan membantu memperpanjang umur istrinya yang lebih tua dengan merawatnya, pergi berjalan-jalan bersamanya dan menikmati hidup bersama. 

Dia sudah punya teman untuk itu. Namun, lelaki yang lebih tua tidak berlaku serupa.

“Salah satu dari beberapa penjelasan yang mungkin adalah bahwa pasangan dengan suami yang lebih muda melanggar norma-norma sosial dan dengan demikian, mereka akan mendapat sanksi sosial,” tambahnya.

Ini karena menikahi dengan laki-laki yang lebih muda termasuk menyimpang dan dianggap tidak normal, sehingga wajar bila kerap ditentang dan tidak mendapat dukungan, terutama dari pihak keluarga.

Bahkan, pernikahan dengan laki-laki muda bisa berisiko menghasilkan pernikahan yang tidak bahagia, menegangkan, mampu memicu masalah kesehatan terutama stres, hingga akhirnya meningkatkan angka kematian. (Nakita.id / POS-KUPANG.COM)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved