Melihat Toleransi di Kota Bajawa, OMK dan Pemuda GMIT Ikut Kawal Malam Takbiran

Ratusan lebih umat Muslim tampak masuk kedalam Masjid mengikuti Sholat dan dilanjutkan dengan kegiatan Takbiran.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana malam Takbiran di Masjid Agung Al-Ghuraba di Kota Bajawa Kabupaten Ngada, Selasa (4/6/2019) malam. 

Ia mengaku sikap toleransi itu sudah sejak dahulu kala. Tidak ada yang membeda-bedakan. Jika ada hajatan atau kegiatan umat Katolik, Remaja Masjid dan Pemuda Gmit ikut ambil bagian.

Ini sudah menjadi tradisi di Kabupaten Ngada khususnya di Kota Bajawa. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan sangat dirasakan di Kota Bajawa.

OMK, Pemuda Gereja dan Remaja Masjid (Remas) saling berbaur untuk menyukseskan berbagai kegiatan baik itu kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.

"Pengamanan ini sudah berlangsung dari Paskah tahun lalu dimana teman-teman dari Remaja Masjid dan Pemuda GMIT turut menjaga keamanan selama Paskah dan moment ini akan berlangsung sampai dengan Natal 2019. Saya merasa sangat berkesan karena begitu indah jika toleransi dijaga ditengah mayoritas umat Katolik," ungkapnya.

Ia mengatakan kebersamaan yang sudah terjalin tidak boleh hilang. Silaturahmi tetap ditingkatkan dan terus menjaga kebersamaan antara umat beragama. Saling menghormati dan menghargai itu menjadi hal yang paling penting.

"Tidak berarti beda keyakinan menjadi pemisah bagi kita melainkan nilai kemanusiaan sebagai umat beragama yang diambil sebagai perwujudan dari rasa cinta terhadap daerah dan negara kita," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua OMK Paroki MBC Bajawa, Bertin Viktorius Kodo, mengaku toleransi merupakan suatu tradisi yang sudah melekat dengan tradisi orang Bajawa.

Satu diantaranya selalu menerima dan mengahargai setiap orang-orang yang berada disekitarnya.

"Untuk mendukung kesuksesan hari raya Idul Fitri 1440 H di Masjid Agung Al-Ghuraba Bajawa tepatnya berada di kota Bajawa, Orang Muda Katolik Paroki MBC turut berpartisipasi untuk menjunjung tinggi nilai toleransi yang sudah dijalin sejak dahulu. Dalam hal ini orang muda berpartisipasi menjaga keamanan dari malam takbiran sampai dgn hari raya Idul Fitri yaitu di sekitar kompleks Masjid
pada kesempatan ini juga bukan hanya OMK tetapi juga berkolaborasi dengan teman-teman pemuda GEMIT Ebenhaezer," Bertin

Bertin berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat ditingkatkan. Para tokoh pemuda dan masyarakat turut berpartisipasi dalam merawat keberagaman. Orang muda sudah menunjukan bahwa perbedaan itu indah. Belajarlah toleransi umat beragama di Kota Bajawa Kabupaten Ngada.

Mahfud MD Singgung Ulama Yang Suka Maki-maki, Ustadz Yusuf Mansur Akui Ulama kagetan

Bunuh Ayah karena Kesal Diingatkan untuk Sholat Ashar, Ani Histeris! Polisi Temukan Hal Ini

Aa Gym Posting Video Pidato Anies Baswedan Soal Pancasila, Gubernur Rasa Presiden

Sementara, Pemuda GMIT Ebenhaezer Bajawa Darius P.H. Jaya Hawu, mengaku dirinya sangat ikut berpartisipasi malam itu. Dirinya sangat bangga karena setiap kegiatan keagamaan pemuda lintas agama dilibatkan.

Darius mengaku belajar toleransi antar umat beragama itu sangat bagus dan tidak boleh lupa bahwa merawat keberagaman itu adalah tanggungjawab bersama.

Sebagai generasi penerus wajib menjunjung tinggi sikap toleransi dan harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-sehari.

"Kami ingin buat kegiatan yang menyatukan. Senang dan saat ini juga libur. Kami sangat bangga bisa ambil bagian. Ini merupakan bagian dari merawat keberagaman. Dari Kota Bajawa kita belajar perbedaan itu indah. NTT itu Nusa Terindah Toleransinya," ujarnya.

Ketua Pengurus Masjid Agung Al-Ghuraba Bajawa, Indra Jaya Petor Sila, mengatakan, momen lebaran menjadi momen merawat toleransi dan saling menghargai serta menghormati antar umat beragama.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved