Senin, 13 April 2026

Ini Alasan Gubernur NTT Berencana Mengadakan Kapal Rumah Sakit Terapung

Ini Alasan Gubernur NTT Berencana Mengadakan Kapal Rumah Sakit Terapung

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/THINKSTOCK
Ilustrasi rumah sakit terapung 

Ini Alasan Gubernur NTT Berencana Mengadakan Kapal Rumah Sakit Terapung

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemprov NTT berencana mengadakan Kapal Rumah Sakit Terapung (RST) di NTT. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, keberadaan rumah sakit apung itu sangat penting bagi masyarakat NTT.

"Haruslah rumah sakit apung itu ada, karena kita provinsi kepulauan dan banyak warga yang bermukim di sejumlah pulau, tidak memiliki fasilitas kesehatan yang baik," ucap Viktor kepada Kompas.com, Senin (27/5/2019).

Bupati Ini Larang ASN Terima Parsel Lebaran, Tapi Perbolehkan Pakai Mobil Dinas, Asalkan

Kalau kapal itu ada lanjut Viktor, maka seluruh masyarakat yang punya masalah kesehatan yang serius, tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit karena bisa ditangani secara langsung.

"Untuk dana pembelian rumah sakit apung itu, akan diintervensi dari APBN dan APBD," ujar Viktor.

Rencana itu mendapat respons positif oleh PT PAL Indonesia dengan mengajukan proposal. Saat ini tengah dilakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan dilakukan oleh Nasdec (National Sheep Design and Engineering Center), UPT dari Institut Teknologi Surabaya.

Penikaman Massal Terjadi di Jepang, 2 Orang Diduga Tewas, 17 Orang Cedera

Pemaparan FS dari Nasdec dan pemaparan proposal dari PAL dilakukan di ruang rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Jumat (24/5/2019).

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi, Staf khusus Gubernur, Daniel Kameo, Kepala Syahbandar Kupang, pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah Provinsi NTT, insan pers dan undangan lainnya.

A A Masroeri, selaku Ketua Team Nasdec dalam pemaparannya mengungkapkan, FS terkait kebutuhan teknis dari RST.

Ada beberapa tahapan yang dilalui yakni tahap persiapan berupa penyusunan rencana kerja, program kerja, studi literatur serta kebutuhan dan rencana survei.

Tahap berikutnya adalah melakukan kajian kebutuhan, survei daerah, kajian dan evaluasi kebutuhan teknis, serta kajian biaya operasional. Kegiatan FS direncanakan berlangsung selama 16 pekan sampai pada laporan akhir.

"Dengan FS, diharapkan ada naskah akademis untuk mengetahui pentingnya keberadaan RST di NTT sesuai kondisi geografis dan spesifikasi teknis yang dibutuhkan. Dibutuhkan studi literatur karena di Indonesia belum ada aturan baku tentang RST ini. Diharapkan NTT jadi pionir dan percontohan tentang hal ini," jelas Masroeri, melalui rilis resmi yang diterima.

Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Kapal PT PAL, Iman Sulaiman mengapresiasi keinginan Pemprov NTT untuk membuat RST. Karena biasanya lanjut Imam, klien PAL adalah angkatan laut dalam dan luar negeri atau swasta.

Tapi ini pertama kali, klien PAL berasal dari pemerintah provinsi. "Ini suatu kehormatan, kami bisa hadir di ruangan ini. Saya tadi melihat program ini, merinding. Kalau jadi, ini menarik sekali. Secara nalar, memang dengan topografi NTT yang terdiri dari 1.192 pulau dan 44 pulau berpenghuni, tentu akses pelayanan (kesehatan) sangat dibutukahkan," jelas Imam.

Menurutnya, Kapal RST dapat dimodifikasi sesuai keinginan dan hasil survei keinginan pembeli. Kecepatan bisa direduce atau dikurangi sehingga harga juga bisa dikurangi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved