Ini Tanda-tandanya Malam Lailatur Qadar di Bulan Ramadan 1440 H/ 2019 Jangan Sampai Terlewatkan
Ini Tanda-tandanya Malam Lailatur Qadar di Bulan Ramadan 1440 H/ 2019 Jangan Sampai Terlewatkan.
Dikutip dari almunawwar.net, mengenai kapan jatuhnya malamLailatul Qadar tidak diketahui secara pasti.
Namun terjadinya Lailatul Qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Salah satu hikmah yang dapat dipetik dari dirahasiakannya tanggal pasti malam Lailatul Qadar yakni untuk mendorong umat muslim untuk terus beribadah mencari rahmat dan ridha Allah SWT tanpa terpaku pada satu hari.
Sebab jika tanggal pastinya diberi tahu, tidak menutup kemungkinan jika banyak orang-orang yang hanya akan beribadah maksimal pada tanggal itu saja.
Terdapat beberapa tanda-tanda mengenai datangnya Lailatul Qadar.
Dikutip TribunStyle.com dari rumaysho.com, diantara tanda-tandanya antara lain :
1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)
2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar.
Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim)