FPPS Rencana Bawah Empat Isu Kebijakan Ke SC & Kemendikbud RI

Forum peduli pendidikan Sumba (FBB) akhirnya berencana membawah empat isu kebijakan yang akan dibawa ke Steering Committe (SC)

FPPS Rencana Bawah Empat Isu Kebijakan Ke SC & Kemendikbud RI
POS-KUPANG.COM/ ROBERT ROPO
Peserta Diskusi FPPS 

FPPS Rencana Bawah Empat Isu Kebijakan Ke SC & Kemendikbud RI

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Forum peduli pendidikan Sumba (FBB) akhirnya berencana membawah empat isu kebijakan yang akan dibawa ke Steering Committe (SC) atau Tim Pembina Program INOVASI dan juga ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk bisa ditindaklanjuti.

Empat isu kebijakan untuk mendukung kemajuan sektor pendidikan di Pulau Sumba itu dihasilkan saat Rapat FPPS
dengan Tema 'Kesiapan FPPS dalam menerapkan hasil rintisan INOVASI' yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Jumat (24/5/2019).

Demi Mencerdaskan Anak di Pulau Sumba, FPPS Gelar Rapat Koordinasi, Ini Loh Temanya!

Adapun hadir dalam rapat FPPS itu, Sekda Sumba Timur Domu Warandoy, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Ruben Nggulindima, S. Pd.M.Pd, pimpinan INOVASI selaku Penasihat Senior Implementasi Sub-nasional, Basilius Bengoteku, Sekertaris Bappeda Kabupaten Sumba Timur Ir. Yohanis Gah, Hironimus Sugi selaku Manajer Provinsi INOVASI NTT bersama para distrik fasilitator INOVASI, para kepala Dinas Pendidikan di empat Kabupaten yakni Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah,  Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya, serta LSM mitra INOVASI lainya dan undangan pemangku kepentingan lainya.

Adapun empat isu yang dihasilkan oleh FPPS itu meliputi, pertama anak berkebutuhan khusus. Kedua, Dialog FPPS dengan Kemendikbud tentang, meminta kepada Kemendikbud untuk tetap mempertahankan program INOVASI dengan ketentuan, persyaratan/isu dan advokasi hasil kajian analisis BOSP (unit cost per siswa) kepada Kemendikbud terkait dengan kebijakan BOS di tahun 2020 dan seterusnya, serta advokasi biaya BOS pusat yang berpihak pada ABK.

Selain itu, isu ketiga, pembelajaran kelas rangkap (multi grade learning). Dan isu keempat yakni, konektifitas hasil rintisan INOVASI antar Kabupaten berupa program saling belajar antar empat Kabupaten di daratan Sumba, sesuai dengan kekhususan hasil rintisan INOVASI. (*)

 

 
 

Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved