BREAKING NEWS: Pastor, Pendeta dan Ustad di Lembata NTT Bagi-bagi Takjil

Breaking news: Pastor, Pendeta dan Ustad di Kabupaten Lembata Provinsi NTT Bagi-bagi Takjil

BREAKING NEWS: Pastor, Pendeta dan Ustad di Lembata NTT Bagi-bagi Takjil
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Suasana pembagian takjil oleh para pastor, pendeta, ustad dan tokoh masyarakat di depan Mapolres Lembata, Senin (20/5/2019). 

Breaking news: Pastor, Pendeta dan Ustad di Kabupaten Lembata Provinsi NTT Bagi-bagi Takjil

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora bersama para pastor, pendeta, ustad dan sejumlah politisi, membagi-bagi takjil kepada para pengguna jalan, Senin (20/5/2019) petang.

Pembagian takjil yang dilakukan bersama-sama itu, dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan partai politik (parpol), forkompimda dan masyarakat, di daerah tersebut.

Banyak Mobil Dinas Belum Bayar Pajak, Begini Tanggapan Kepala BKAD TTU

Aksi simpatik itu dilakukan sekitar pukul 17.00 Wita. Kegiatanbya berjalan lancar tanpa mengganggu arus kendaraan yang melintas di depan mapolres, Jalan Trans Lembata, Lewoleba.

Aksi bagi-bagi takjil yang melibatkan aparat Polres Lembata bersama para tokoh agama, politisi dan unsur terkait itu mengundang simpati warga setempat. Warga pun memberi apresiasi atas kebersamaan yang dipertontonkan sore itu.

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora, mengatakan, ia sangat berterima kasih atas kebersamaan yang terjalin selama ini. Pasalnya, kebersamaan itu telah menepis kekhawatiran akan rawannya keamanan dan ketertiban masyarakat saat pemilihan umum (pemilu), 17 April 2019 lalu.

Keluarga Ahli Waris Kecewa, Pemkot Ingkar Mediasi Soal Tanah Teluk Kupang

"Saat pemilu itu Lembata dinyatakan sebagai daerah yang paling rawan di Indonesia setelah Papua. Dan, di NTT, daerah ini sebagai paling rawan saat pemilu," ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, semua kekhawatiran itu tak terbukti. Lembata justeru merupakan daerah yang paling aman. Dan, situasi yang aman dan nyaman tersebut senantiasa terpelihara sampai dengan saat ini.

"Terus terang, saya juga kaget ketika mendapat kabar bahwa Lembata paling rawan di NTT. Tapi saya sangat berterima kasih karena daerah ini ternyata aman. Kondisi yang aman tersebut sesungguhnya telah tercipta selama ini. Saya berharap agar suasana ini terus terpelihara pada hari-hari yang akan datang," Kapolres Janes.

Pihaknya juga meminta seluruh masyatakat Lembata agar tidak terpancing dengan gerakan people power yang dihembuskan belakangan ini. Masyarakat diminta untuk terus menjaga kebersamaan, mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan serta memelihara hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang telah terbina selama ini.

"Indahnya kebersamaan yang terbangun selama ini harus terus kita pupuk, kita rawat untuk Lembata yang lebih baik, hari ini dan yang akan datang," ujar Kapolres Janes. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved