Minggu, 26 April 2026

Opini Pos Kupang

Opini Pos Kupang 13 Mei 2019:Indonesia My Lovely Country

50 Tahun silam tepatnya 1969 Panjaitan bersaudara mendirikan Panbers grup di Surabaya.Salah satu lagu yang terkenal adalah Indonesia My lovely Country

Editor: Ferry Jahang
ISTIMEWA
Ketua Unio Wilayah Kota Kupangi, Rm. Maxi Un Bria 

Indonesia My Lovely Country
RD. Florens Maxi Un Bria
Moderator Vox Point NTT

50 Tahun silam tepatnya 1969 Panjaitan bersaudara mendirikan Panbers grup di Surabaya. Adapun salah satu lagu yang terkenal adalah Indonesia My lovely Country.

Syair lagu ini mengekspresikan sense of belonging dan kebanggaan Panbers terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak hutan dan sungai serta aneka ragam suku dan budaya.

Panbers tentu berharap bahwa di masa depan rakyat Indonesia selalu dapat mensyukuri Anugerah Allah yang dahsyat ini sekaligus merawat keanekaragaman budaya dan sumber daya alam dalam bingkai harmonitas dan persatuan NKRI.

Harapan Panbers dalam lagu tersebut, agaknya relevan untuk kita renungkan dan nyanyikan dewasa ini.

Sebab mencermati kondisi bangsa Indonesia Paska Pesta Demokrasi 17 April 2019, dan mengikuti kegelisah jiwa para pihak menantikan pengumuman hasil pesta demokrasi, kita semua diajak untuk berdoa, agar kepentingan bangsa dan harmonitasnya tetap dijunjung tinggi.

Kita optimis semua pihak dapat menerima realitas hasil pemilu 2019. Bahwasannya tentu ada yang menjadi pemenang dan ada pula yang kalah. Ada yang dipercaya dan ada yang belum sepenuhnya dipercaya masyarakat.

Namun sebagai bagian dari bangsa yang besar dan berjiwa besar, kiranya hasil pemilu 2019 dapat disambut dengan sukacita.

Seraya tetap berharap agar para oknum yang curang dan mempermainkan dan mencuri suara rakyat,

seyogyanya diproses secara hukum untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap lembaga penyelenggara pemilu dan penegak hukum di negeri ini.

Dari hajatan demokrasi yang mahal dan memakan korban jiwa 554 karena kelelahan ataupun karena serangan jantung dan karena kekerasan fisik sebagai akibat dari keberanian untuk meraih kebenaran, keadilan juga nilai sebuah kejujuran, kita dapat belajar bagaimana semestinya menyelengarakan pemilu yang berkualitas.

Pemilu serentak yang mahal dan melelahkan perlu dikaji dan dievaluasi kembali demi terselenggaranya pemilu yang berkualitas di masa depan yang tidak perlu memakan korban jiwa sebanyak yang dialami masyarakat Indonesia pada periode ini.

Penyelenggaraan Pemilu untuk mendapatkan suara rakyat demi legalitasnya pemerintahan tidak harus membungkam dan mengorbankan ratusan jiwa atas nama sebuah demokrasi.

Apa yang salah dan sesungguhnya terjadi sehingga negeri ini mesti merayakan demokrasi dengan mengorbankan banyak jiwa, yang adalah rakyatnya sendiri ?

Sudah sejauhmana pemerintah dan wakil rakyat memberikan perhatian terhadap persoalan bangsa hari ini? Apa yang mesti dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap para pihak penyelenggara pemilu?

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved