BREAKING NEWS: Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Penuhi Panggilan Kejati, Terkait Proyek NTT Fair

Mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memenuhi panggilan Kejati NTT untuk memberi keterangan dalam kasus dugaan Proyek NTT Fair.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Mantan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya. BREAKING NEWS: Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Penuhi Panggilan Kejati, Terkait Proyek NTT Fair 

Namun, katanya, ia ditanya dan menjelaskan dalam kapasitasnya sebagai Gubernur yang bertanggung jawab dan mengetahui pada tataran kebijakan.

“Saya menjawab sebagai saksi terkait dengan pekerjaan NTT Fair. Ditanyakan dalam pekerjaan NTT Fair peran saya seperti apa, lalu saya menjelaskan peran saya dalam tataran kebijakan,” ungkap Frans kepada wartawan.

Frans tampak didampingi oleh petinggi partai PDI Perjuangan Provinsi NTT, Niko Frans dan ajudannya.

Telan Dana Rp 90 Miliar

Seperti diberitakan POS-KUPANG.COM, Proyek pembangunan NTT Fair di kawasan Lasiana, Kota Kupang yang dikelola Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi NTT, bakal menelan dana Rp 90 miliar dari APBD NTT.

INTIP ZODIAK BESOK! Ramalan Zodiak Jumat 3 Mei 2019, Taurus Menentang Tradisi, Leo Ingin Membantu

Bawaslu Sumbar Periksa Ketua DPD Berkarya Sumba Barat

Saat ini proyek yang dikerjakan PT Kencana Raya Abadi Sentosa sebagai kontraktor dan CV Saba Consultan sebagai konsultan teknik, baru pembangunan auditorium dua lantai untuk tahun 2016 dengan total dana Rp 15 miliar.

Sisa dana sekitar Rp 70 miliar untuk beberapa obyek pembangunan direncanakan diusulkan pada tahun 2017.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno didampingi anggota Komisi II DPRD NTT, Yeni Veronika, ketika melakukan pemantauan di lokasi proyek, Selasa (7/6/2016) menanyakan kepada pengelola proyek soal item pekerjaan yang dilaksanakan di proyek NTT Fair.

Pingin Tahu Fakta di Balik Tanggal Kedaluwarsa pada Makanan? Ini Penjelasannya

Program Pembentukan Otot- Intip Bahaya Kebanyakan Konsumsi Protein Shake

Pua Geno menanyakan soal anggaran termasuk item pekerjaan sampai selesai nanti.

Dari penjelasan Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama BKPMD NTT, Gina Manbait, dihadiri juga tim teknis, Johanes Gomeks, proyek NTT Fair ini secara keseluruhan menelan dana Rp 90 miliar.

Untuk saat ini, kata Gina, pekerjaan baru Auditorium dua lantai yang peruntukannya buat pameran juga untuk acara hiburan maupun kegiatan lainnya.

Kawasan NTT Fair juga akan dibangun restoran juga gedung utama lain termasuk penataan kawasan yang ada untuk pameran pembangunan.

"Sementara ini kami bangun jalan dua jalur masuk ke lokasi NTT Fair, penataan kawasan perparkiran dan bangun auditorium dengan dana Rp 15 miliar. Untuk item pekerjaan lainnya nanti diusulkan pada tahun anggaran 2017 sekitar Rp 70 miliar," kata Gina kepada Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, pada 2016 silam.

Dinas Koprindag Malaka Siap Mendampingi Masyarakat Pembuat Moke

INTIP ZODIAK BESOK! Ramalan Zodiak Jumat 3 Mei 2019, Taurus Menentang Tradisi, Leo Ingin Membantu

"Memang proyek pembangunan auditorium sementara vakum karena persoalan teknis gardu listrik yang bertegangan tinggi di lokasi proyek. Kita sudah komunikasikan dengan pihak PLN untuk bisa dibongkar gardunya," kata Gina.

Pua Geno menanyakan apakah audotorium ini desainnya ada nuansa lokal seperti bangunan Kantor Gubernur NTT yang ada Sasandonya atau semuanya nuansa modern, dijawab Dina bahwa semuanya nuansa modern.

Pua Geno sempat meminta maket pekerjaan proyek itu tetapi dijawab ada di kantor.

"Saya memang harus melihat kondisi lapangan NTT Fair karena pekan depan Gubernur NTT akan menyampaikan laporan soal pembangunan di DPRD NTT.

Tentu kami berharap NTT Fair ini ada nuansa lokalnya dan bisa digunakan untuk arena pameran pembangunan," kata Pua Geno. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved