Tuding Provinsi yang Menangkan Prabowo sebagai Daerah Garis Keras, Mahfud MD Minta Maaf?

Mahfud MD sempat mengatakan 'provinsi garis keras' yang identik dengan keagamaan.

Tuding Provinsi yang Menangkan Prabowo sebagai Daerah Garis Keras, Mahfud MD Minta Maaf?
KOMPAS.com / Wijaya Kusuma
Tuding Provinsi yang Menangkan Prabowo sebagai Daerah Garis Keras, Mahfud MD Minta Maaf? 

“Sehingga saya katakan orang Aceh dan lain-lain yang saya sebut itu adalah orang Garis Keras . Seperti saya orang Madura juga Garis Keras ,” katanya.

Mahfud menjelaskan, seperti orang Aceh, orang Madura juga sangat keras pendiriannya, tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. “Mereka (orang Madura) enggak mau, saya pokoknya tetap memilih Prabowo. Karena saya tidak bisa dipengaruhi oleh siapa pun. Itulah Garis Keras ,” papar Mahfud.

Dalam penjelasannya, Mahfud kemudian menjelaskan bahwa tidak ada masalah apa-apa antara dirinya dengan orang-orang Aceh.

Ia pun menyebut pernah beberapa kali datang ke Aceh dan bertemu dengan para mantan pentolan Gerakanan Aceh Merdeka (GAM), termasuk mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf. “Saya sering ke Aceh. Saya juga beberapa kali ketemu dengan GAM, Muzakir Manaf,” sebut Mahfud.

“Itu orang semua teman-teman saya yang baik dan saya tidak pernah mengatakan mereka itu sebagai orang radikal,” lanjut Mahfud.

Prof Mahfud juga menjelaskan, dirinya sudah mengusulkan kepada Capres Nomor urut 1, Joko Widodo yang berdasarkan quick count menang dalam Pilpres 2019, agar merangkul "orang-orang di garis keras ini".

Jokowi, kata Mahfud MD, harus pelayanan tentang bagaimana Islam itu dikembangkan di Aceh, sesuai dengan pandangan masyarakat Aceh, di Sumatera Barat, di Jawa Barat, dan sebagainya. "Agar Pak Jokowi tidak dituduh anti-Islam," kata Mahfud.

Soal Tudingan Kecurangan dalam Pemilu 2019

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ( MK) Mahfud MD mengatakan, tudingan kecurangan terjadi pada setiap penyelenggaraan pemilu. Hal ini biasa terjadi dalam praktik negara demokrasi.

"Kalau diganggu dengan tudingan tersebut (kecurangan) ya biasa, namanya juga demokrasi. Tudingan selalu ada," kata Mahfud saat ditemui di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019), seperti dikutip POS-KUPANG.COM dari kompas.com.

Halaman
1234
Penulis: Bebet I Hidayat
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved