Mery Kolimon Minta Warga Gereja Jangan Golput

partisipasi anggota GMIT di ruang politik merupakan wujud dari kesaksian hidup sebagai orang beriman.

Mery Kolimon Minta Warga Gereja Jangan Golput
POS KUPANG/AMBUGA LAMAWURAN
Pdt. Mery Kolimon usai mengikuti deklarasi Pemilu Damai oleh Pemuda GMIT di Jalan El Tari, Sabtu (30/3/2019). 

Mery Kolimon Minta Warga Gereja Jangan Golput

POS- KUPANG.COM|KUPANG -- Ketua Majelis Sinode (MS) GMIT, Pdr. Dr. Mery Kolimon meminta warga gereja agar jangan golput atau tidak memilih pada pemilu 17 April 2019. Sebab, dari persepktif iman Kristiani, Pemilu merupakan sebuah mekanisme demokratis untuk mencari pemimpin yang bermutu, sesuai kehendak Tuhan.
Pdt. Mery menyampaikan hal ini, Rabu (16/4/2019).

Menurut Mery, partisipasi anggota GMIT di ruang politik merupakan wujud dari kesaksian hidup sebagai orang beriman.

"Melalui kita Tuhan sedang menentukan pemimpin bangsa ini dan wakil-wakil rakyat, karena itu kita mesti memakai kesempatan ini dengan baik untuk ikut menentukan masa depan bangsa dan daerah kita," kata Mery.

Karena itu, lanjut Pdt. Mery, GMIT menyerukan kepada semua jemaat GMIT, untuk berdoa bersama sehingga pemilu sukses

"Kami minta semua warga gereja yang memiliki hak pilih untuk berbondong-bondong ke TPS. Gunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan jangan golput. Suara kita sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa serta kita berdoa agar Tuhan memberikan kita hikmat memilih calon presiden dan wakil presiden," katanya.

Mery meminta agar warga GMIT mempelajari dengan sungguh-sungguh orang maupun partainya agar
kita memberikan suara kepada orang yang memiliki latar belakang yang terpercaya, yaitu mereka yang
selama ini punya perbuatan dan pelayanan yang baik dalam masyarakat. Pilihlah juga partai yang
berkomitmen pada Pancasila dan UUD 1945.

Semua Logistik Dipastikan Tiba di TPS

Kenalkan Jurusan Pada Siswa, Prodi Bahasa Inggris UKAW Kupang Gelar Generasi Z English 2019

KPUD TTU Bakar Surat Suara Pemilu yang Sisa dan Rusak

Kapolsek Malaka Tengah Kawal Logistik di TPS Rawan

"Umat Kristen di Indonesia harus berdiri menjaga Indonesia dari kecenderungan-kecenderungan yang hendak membawa bangsa ini berpaling dari Pancasila sebagai dasar negara. Gunakanlah hak pilih yang ada berdasarkan pertimbangan yang rasional sebagai tanggung jawab iman," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, pilihlah pemimpin yang berintegritas, jujur, berani dan berkomitmen melawan
segala bentuk korupsi dan manipulasi, setia kepada undang-undang dan peraturan negara.

Bahkan, perlu memilih juga pemimpin yang menghargai keanekaragaman dalam masyarakat, memiliki kemauan bekerja keras untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh warga masyarakat, serta berkomitmen untuk menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.

"Iman Kriten tidak membenarkan tindakan memilih pemimpin karena dibayar. Karena itu kami
mendorong anggota GMIT agar bersikap kritis dan berani menolak politik uang. Hindari pula
penggunaangedung gereja atau rumah ibadah sebagai ajang kampanye, jangan menggunakan mimbar
gereja untuk menggalang dukungan suara," katanya.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved