Mery Kolimon Minta Warga Gereja Jangan Golput
partisipasi anggota GMIT di ruang politik merupakan wujud dari kesaksian hidup sebagai orang beriman.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Mery Kolimon Minta Warga Gereja Jangan Golput
POS- KUPANG.COM|KUPANG -- Ketua Majelis Sinode (MS) GMIT, Pdr. Dr. Mery Kolimon meminta warga gereja agar jangan golput atau tidak memilih pada pemilu 17 April 2019. Sebab, dari persepktif iman Kristiani, Pemilu merupakan sebuah mekanisme demokratis untuk mencari pemimpin yang bermutu, sesuai kehendak Tuhan.
Pdt. Mery menyampaikan hal ini, Rabu (16/4/2019).
Menurut Mery, partisipasi anggota GMIT di ruang politik merupakan wujud dari kesaksian hidup sebagai orang beriman.
"Melalui kita Tuhan sedang menentukan pemimpin bangsa ini dan wakil-wakil rakyat, karena itu kita mesti memakai kesempatan ini dengan baik untuk ikut menentukan masa depan bangsa dan daerah kita," kata Mery.
Karena itu, lanjut Pdt. Mery, GMIT menyerukan kepada semua jemaat GMIT, untuk berdoa bersama sehingga pemilu sukses
"Kami minta semua warga gereja yang memiliki hak pilih untuk berbondong-bondong ke TPS. Gunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan jangan golput. Suara kita sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa serta kita berdoa agar Tuhan memberikan kita hikmat memilih calon presiden dan wakil presiden," katanya.
Mery meminta agar warga GMIT mempelajari dengan sungguh-sungguh orang maupun partainya agar
kita memberikan suara kepada orang yang memiliki latar belakang yang terpercaya, yaitu mereka yang
selama ini punya perbuatan dan pelayanan yang baik dalam masyarakat. Pilihlah juga partai yang
berkomitmen pada Pancasila dan UUD 1945.
• Semua Logistik Dipastikan Tiba di TPS
• Kenalkan Jurusan Pada Siswa, Prodi Bahasa Inggris UKAW Kupang Gelar Generasi Z English 2019
• KPUD TTU Bakar Surat Suara Pemilu yang Sisa dan Rusak
• Kapolsek Malaka Tengah Kawal Logistik di TPS Rawan
"Umat Kristen di Indonesia harus berdiri menjaga Indonesia dari kecenderungan-kecenderungan yang hendak membawa bangsa ini berpaling dari Pancasila sebagai dasar negara. Gunakanlah hak pilih yang ada berdasarkan pertimbangan yang rasional sebagai tanggung jawab iman," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, pilihlah pemimpin yang berintegritas, jujur, berani dan berkomitmen melawan
segala bentuk korupsi dan manipulasi, setia kepada undang-undang dan peraturan negara.
Bahkan, perlu memilih juga pemimpin yang menghargai keanekaragaman dalam masyarakat, memiliki kemauan bekerja keras untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi seluruh warga masyarakat, serta berkomitmen untuk menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.
"Iman Kriten tidak membenarkan tindakan memilih pemimpin karena dibayar. Karena itu kami
mendorong anggota GMIT agar bersikap kritis dan berani menolak politik uang. Hindari pula
penggunaangedung gereja atau rumah ibadah sebagai ajang kampanye, jangan menggunakan mimbar
gereja untuk menggalang dukungan suara," katanya.
Dikatakan, GMIT juga meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam pilkada ini, janganlah memanipulasi
sentimen suku, agama dan golongan yang bisa memecah-belah kita sebagai masyarakat dan bangsa.
"Janganlah memanfaatkan simbol-simbol agama untuk meraih dukungan, atau membentur-benturkan
masyarakat yang beragam suku, agama dan kepercayaan. Hindarkan pula diskriminasi berdasarkan
jenis kelamin serta kampanye gelap.Gunakan media sosial sebagai sarana pendidikan politik dan
hindarkanlah menyebarkan kebohongan (hoax) yang dapat mencederai semangat persaudaraan dan
persekutuan di antara kita yang telah terbangun selama ini," jelasnya.
Dia meminta agar semua pihak menjaga suasana kondusif agar pemilu nanti berjalan aman dan damai.
Terhadap kontestan, Pdt.Mery mengharapkan agar dalam Pemilu, baik pribadi maupun partai, agar
mengedepankan cara berpolitik yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat.
"NTT masih bergumul dengan banyak masalah sosial seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, ekonomi, rusaknya lingkungan hidup, gizi buruk dan tingginya angka kematian ibu, masalah perdagangan orang, dan berbagai masalah lainnya. Kiranya pemilu ini dapat menjadi ajang pembaharuan komitmen untuk menuntaskan masalah-masalah besar dan sulit," katanya.
• ASDP Kupang Siapkan Tiga Kapal Angkut Peziarah Semana Santa Larantuka Usai Coblos Pemilu
• Pemilu Serentak di Larantuka, Warga Diimbau Tak Golput Meski Bersamaan dengan Perayaan Semana Santa
Dia meminta agar jangan menghalalkan cara-cara yang melanggar hukum atau memanipulasi isu gender, SARA yang bersifat sektarian dan primordial sempit demi kekuasaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pdt-mery-kolimon.jpg)