Calon PMI Desa Done Sudah Mahir Jadi Penata RT di Malaysia Barat

sekitar empat minggu lalu menjalani pelatihan menjadi penata rumah tangga di Balai Latihan Kerja (BPK) Kota Kupang.

Calon PMI Desa Done Sudah Mahir Jadi Penata RT di Malaysia Barat
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Calon Pekerja Migran asal Desa Done, Kecamatan Magepanda, dialog dengan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (baju sarung ikat tenun) ketika meresmikan LTSA PPPMI Sikka di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sikka, Jalan El Tari, Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT, Kamis (14/3/2019). 

Calon PMI Desa Done Sudah Mahir Jadi Penata RT di Malaysia Barat
  
POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Lima calon  Pekerja  Migran Indonesia   (PMI)  asal Desa  Done, Kecamatan Magepanda,  Kabupaten  Sikka  di Pulau  Flores,  Propinsi NTT, sekitar empat minggu  lalu  menjalani pelatihan menjadi penata  rumah tangga di  Balai Latihan Kerja   (BPK)   Kota Kupang. 

Hampir  sebulan menjalani pelatihan,  kelima  kaum  perempuan ibu rumah  tangga  sudah  mahir   bekerja  dan akan  mengikuti  ujian kompetensi,  Kamis (18/4/2019)  mendapat  sertifikat.

Mayat dalam Koper- Teriakan Sempat Terdengar dari Warung Tempat Eksekusi

Saatnya Tampil Penuh Percaya Diri dengan All New Sirion

Hamilton Menang pada Balapan Ke-1.000, F1 GP China 2019

“Materi  pelatihan dari  Kementrian Tenaga Kerja  RI.  Mereka  sudah  lumayan mahir menjalani profesi sebagai penata rumah tangga (house keeping).  Bahasa Inggris   mereka juga lumayan bagus,” kata  Kepala Cabang, Pelaksana Penempatan Tenaga  Kerja  Indonesia Swasta  NTT, PT  Anugerah Diantas, John Bety, kepada  POS-KUPANG.COM,  Senin (15/4/2019) di  Maumere.

John menjelaskan  materi  pelatihan  ‘house  keeping’  yakni  mencuci  pakaian  menggunakan  mesin. Seterika  menyesuaikan  jenis  pakaian  dengan suhu  tertentu dan membersihkan  rumah menggunakan mesin sedot dan mesin  pel.

“Pekerjaan mereka  hanya  tiga jenis ini. Peralatan yang digunakan selama  pelatihan menyesuaikan peralatan yang akan digunakan di rumah  majikan di  Malaysia  Barat,” kata   John.

Setelah ujian, kata   John, peserta   menjalani pembekalan  akhir pemberangkatan  (PAP) oleh Dinas Tenaga Kerja NTT.

“Perkiraan  saya  pemberangkatan akan dilakukan tanggal  22 April   ke Malaysia Barat. Kami  akan  serahkan kepada  agen tenaga kerja di Malaysia  untuk  selanjutnya ditempat di  rumah-rumah majikan,”  kata John.

Kelima orang  ibu  rumah tangga (IRT)  asal   Desa Done, Kecamatan Magepanda,  31 Km arah   utara  Kota Maumere   yakni, Yosefina Jeri  (32), Maria Susi Susanti (24), Regina  Reri  (32), Emiliana  Sebi (32), dan Lusia Rei  (26).

Agen  penerima  PMI asal Desa  Dione  di Malyasia  Barat  yakni   AP.Top Max  SDN  BHD beralamat di  No.33 Bukit Galena  1,Bukit Galena 70200 Seremban,  Negeri Sembilan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved