Jumat, 5 Juni 2026

Caleg Perempuan di Nagekeo Ini Kemukan Alasan Terjun Ke Dunia Politik

Satu diantara ratusan calon anggota legislatif di Kabupaten Nagekeo adalah Veronika Aja, SE.,MM.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ gordy donofan
caleg Nasdem di Nagekeo 

Caleg Perempuan di Nagekeo Ini Kemukan Alasan Terjun Ke Dunia Politik 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY- Satu diantara ratusan calon anggota legislatif di Kabupaten Nagekeo adalah Veronika Aja, SE.,MM.

Veronika merupakan Caleg dari Partai NasDem nomor urut 1 Dapil 1 meliputi wilayah Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan dan Wolowae.

Veronika kepada POS KUPANG.COM, menceritakan, mengapa dirinya bergabung dengan Partai Politik dan maju menjadi Caleg dalam Pilnas tahun 2019.

Tertangkap Berselingkuh dengan Suami Orang, Caleg Perempuan Lari Panjat Tembok Rumah

"Alasan terjun kedunia politik karena selama masa kuliah saya terlibat dalam berjuang memprotes kebijakan politik yang lahir dari lembaga politik (DPR) sehingga saya merasa atau terpanggil untuk masuk dalam sistem untuk memperngaruhi kebijakan dengan gagasan perubahan dan juga bisa mengkominasikan perjuangan parlementer dan ekstraparlemen," tegas Veronika, Sabtu (13/4/2019).

"Saya maju DPRD Kabupaten Nagekeo dari partai Nasdem no. urut 1 untuk memperebutkan 9 kursi di Dapil 1 (Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan dan Wolowae)," tambanya.

Latar belakang pendidikannya yaitu tamatan sarjana ekonomi dan magister Manajemen.

Ia becerita, dalam melanjutkan studi dirinya mencari uang sendiri untuk biaya kuliah.

"Latar belakang pendidikan saya, sarjana ekonomi (S1) dan magister Manajemen (S2) saya.
S1 saya selesai di Universitas PGRI NTT tahun 2011 dan melakukan S2 di universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, dengan biaya sendiri, sambil kulia saya menjual pakaian, sepatu, sendal secara online di twiter, facebook, whatapps untuk memenuhi kebutuhan perkualiahan saya dan saya selesai tahun 2017," paparnya.

Dirinya sangat optimis menang karena sudah melakukan sosialisasi door to door karena lebih efektif ketimbang sosialisasi yang besar-besaran.

Jokowi Tegaskan, Indonesia Tidak Akan Bubar

"Ya, saya yakin menang. Saya yakin menang. Alasan saya bahwa saya,
menghindari pertemuan-pertemuan besar, saya lebih suka melakukan blusukan dari rumah ke rumah, menjelaskan problem daerah dan solusi yang akan diperjuangan secara bersama-sama jika perpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Nagekeo," paparnya.

Ia mengaku sebagai ukuran komitmen bahwa maju caleg DPRD Kabupaten Nagekeo bukan untuk memperkaya diri maka tawarkan kepada konstituen kontrak politik 70% gaji akan dikembali ke konstituen sebagai modal untuk bangun usaha sedangkan dirinya mendapatkan 30% saja.

"70% gaji saya sebagai modal untuk membangun koperasi produksi dan distribusi. Karena salah satu problem masyarakat di Nagekeo terutama dapil 1 soal fluktuasi harga beras dan akses pasar, dan tengkulak di desa.
Konstituen saya sudah sepakat memilih saya, saya catat dan setelah Pileg akan dikonsolidasikan untuk membangun organisasi rakyat untuk berjuang bersama-sama mewujudkan cita-cita bersama salah satunya adalah membuat Perda mengatur harga komodity beras," ujarnya.

Ia mengaku misi besar jika terpilih menjadi anggota DPDR yaitu memperjuangkan anggaran yang berpihak kepada petani, jaminan pasar dan akses modal bagi petani.

"Saya menjelaskan fungsi DPR secara benar dan menjelaskan ke masyrakat bahwa penting bagi kita untuk masuk ke dalam DPR untuk memperjuangkan anggaran yang berpihak kepada petani, menjadi DPRD bisa menginisiatif untuk membuat Perda tentang melindungi harga komodity (Beras) dengan menetapkan Harga standar yang layak untuk petani," ujarnya.

Jokowi: Menakhodai Indonesia Tidak Mudah, Butuh Pemimpin berpengalaman

Ia mengaku mengorganisasi konstituen dan mengajak masyarakat untuk berjuang bersama-sama karena tugas masyarakat bukan hanya sebatas mencoblos tapi juga harus mengkawal DPRD yang dipilih dan juga berjuang bersama-sama, tidak melepaskan DPRD yang kita pilih berjuang sendiri.

"Ini yang membedakan saya dengan caleg lainnya," pungkasnya.

Ia juga mengaku ongkos politik sampai saat ini, ditaksir 25 juta jika di uangkan, karena masing-masing keluraga, kenalan, sahabat memberikan sumbangan barang untuk makan-minum dan tidak ada aset yang di jual.

Terkait serangan fajar dirinya menilai itu sangat tidak baik dan sangat mencederai demokrasi.

Cara-cara serangan fajar itu sangat tidak terhormat.

"Bagi saya kursi adalah amanat atau tugas dari masyarakat kepada saya, dan saya harus peroleh itu dengan cara-cara yang baik dan terhormat," ujarnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved