Parpol Adukan Dugaan PPK dan Panwascam Yang Tidak Netral

Yohanes Tanaem dari Partai Perindo dan Alfred Snae dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengadukan dugaan ketidaknetralan PPK dan Panwascam

Parpol Adukan Dugaan PPK dan Panwascam Yang Tidak Netral
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Melky Fay dan Komisioner Divisi SDM dan organisasi, Demetris Pitai sedang foto bersama para peserta kegiatan sosialisasi kerjasama pengembangan pengawasan partisipatif 

Parpol Adukan Dugaan PPK dan Panwascam Yang Tidak Netral

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE- Yohanes Tanaem dari Partai Perindo dan Alfred Snae dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengadukan dugaan ketidaknetralan PPK dan Panwascam dalam tahapan Pemilu 2019.

Yohanes Tanaem menemukan adanya PPK yang menawarkan jasa " bantuan khusus" kepada oknum Caleg dalam pemilu mendatang. Ia mengaku, hal tersebut memang sulit untuk dibuktikan guna proses penindakan, namun dirinya memastikan jika praktik tersebut benar-benar terjadi.

Sementara Alfred mengadukan dugaan ketidaknetralan Panwascam dalam melakukan penertiban APK beberapa waktu lalu.

Ranperda Dana Adat Pendidikan Ditolak DPRD, Bupati Sikka Tidak Henti Berjuang

Pasalnya ia menemukan, dalam satu lokasi penertiban ada APK yang ditertibkan dan ada APK yang dibiarkan. Hal ini menunjukkan jika Panwascam tebang pilih dalam melakukan penertiban APK.

" Kami minta pihak penyelenggara untuk netral dan khusus untuk Bawaslu tindak tegas penyelenggara tingkat bawah yang tidak netral. Pasalnya kami menemukan di lapangan masih ada indikasi jika penyelenggara tidak netral," keluh keduanya dalam kegiatan sosialisasi kerjasama pengembangan pengawasan partisipatif pada pemilu 2019 yang digelar Bawaslu Kabupaten TTS, Sabtu (6/4/2019) pagi di aula Hotel Timor Megah.

Alfred juga mengaku saat ini pihaknya sementara gumpulkam bukti terkait adanya caleg yang menggunakan program pemerintah sebagai bahan kampanyenya. Bahkan lebih miris lagi, Caleg tersebut bahkan mengancam akan mencoret masyarakat jika tidak memilihnya pada Pemilu mendatang.

" Bukti video dan rekaman caleg yang kampanye gunakan program pemerintah dan intimidasi masyarakat sudah kami kantongi. Saat ini masih sementara proses perampungan guna kami laporkan ke Bawaslu. Prosesnya sudah 75 persen, kalau sudah 100 persen akan kami laporkan ke Bawaslu karena ini sudah sangat meresahkan masyarakat," ujarnya.

Bawaslu NTT Beri Pelatihan Bagi Saksi Parpol

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten TTS, Melky Fay yang didampingi komisioner bidang SDM dan organisasi, Demetris Pitai meminta Parpol dan masyarakat untuk melaporkan penyelenggara pemilu yang terindikasi tidak netral. Ia menegaskan siap memberikan sanksi tegas kepada penyelenggara yang tidak netral.

Sedangkan terkait adanya dugaan oknum Caleg yang membawa program pemerintah dalam bahan kampanyenya dan melakukan intimidasi kepada masyarakat, Melky meminta Alfred untuk membuat pengaduan resmi yang disertai dengan barang bukti.

" Sudah ada Panwascam yang saya berikan peringatan keras karena melakukan penertiban APK tidak sesuai arahan yang diberikan. Saya perintahkan pasang kembali APKnya yang sudah dicabut. Kalau masih ada lagi, silakan laporkan, saya siap tindak lanjuti. Sedangkan untuk dugaan Caleg yang melakukan intimidasi kepada masyarakat, saya minta dilaporkan disertai barang bukti agar bisa kami tindak dugaan pelanggaran pidana pemilu tersebut," jawabnya.

Parpol Kurang Antusias Kirimkan Saksi Ikut Pembekalan Oleh Bawaslu TTS

Ditambahkan Demetris Pitai, pihak Bawaslu saat ini memang tengah fokus menjaga kenetralan penyelenggara. Oleh sebab itu, jika ada penyelenggara yang tidak netral, pihaknya siap memberikan sangsi.

" Partisipasi masyarakat termaksud dari Parpol dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan sangat penting untuk menciptakan keadilan pemilu.oleh sebab itu, jika ada penyelenggara yang nakal silakan dilaporkan, kami tindak tegas," janjinya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved