Kasus Korupsi Kampus IPDN, KPK Geledah Dua Lokasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah dua lokasi di Jakarta pada Selasa (12/3) terkait penyidikan tindak pidana korupsi pembangunan

Kasus Korupsi Kampus IPDN, KPK Geledah Dua Lokasi
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah 

POS KUPANG.COM - - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah dua lokasi di Jakarta pada Selasa (12/3) terkait penyidikan tindak pidana korupsi pembangunan kampus IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan dan Minahasa, Sulawesi Utara.

"KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi kemarin, yaitu kantor PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya di Jakarta terkait proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan kampus IPDN di Gowa dan Minahasa," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu.

Penggeledahan tersebut, lanjut Febri, dilakukan dari pukul 14.00 WIB hingga Selasa (12/3) malam. Penyidik menduga terdapat bukti-bukti terkait proyek pembangunan kampus IPDN tersebut.

"Dari sana disita sejumlah dokumen-dokumen dan bukti informasi elektronik dalam bentuk CD (compact disc) yang kami pandang akan mendukung pembuktian perkara pokok," ucap Febri.

Febri mengatakan pada Rabu ini, penyidik akan mempelajari hasil penggeledahan tersebut dan akan melakukan kroscek pada saksi-saksi yang relevan sesuai jadwal pemeriksaan.

Untuk diketahui, KPK pada 10 Oktober 2018 telah menetapkan tiga tersangka kasus korupsi dalam pembangunan dua gedung IPDN di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Sebelumnya, KPK juga telah memproses dugaan korupsi pada pembangunan dua gadung IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Pada 2010, tersangka Dudy Jocom melalui kenaIannya diduga menghubungi beberapa kontraktor kemudian memberitahukan akan ada proyek IPDN.

Pesawat Boeing 737 Max 8 Buatan Amerika Serikat, Ini Harga dan Spesifikasi

Selanjutnya dilakukan pertemuan di sebuah cafe di Jakarta. Diduga sebelum lelang dilakukan telah disepakati pembagian pekerjaan, yaitu PT Waskita Karya untuk proyek IPDN di Sulawesi Selatan dan PT Adhi Karya untuk proyek IPDN di Sulawesi Utara.

Diduga terkait pembagian proyek ini, Dudy Jocom dan kawan-kawan memintafee sebesar 7 persen. Pada September 2011, pemenang lelang ditetapkan kemudian Dudy Jocom dan kontraktor menandatangani kontrak proyek.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved