Warga Semau "Ributkan" Dana Bantuan Rumah Layak Huni

Pasalnya, ada dugaan terjadi penyunatan oleh oknum pendamping sebesar Rp 5 juta dengan modus biaya administrasi.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.COM
Ilustrasi rupiah 

Warga Semau "Ributkan" Dana Bantuan Rumah Layak Huni

POS-KUPANG.COM I KUPANG -- Warga Semau, Kabupaten Kupang "ributkan" dana bantuan pemerintah untuk membangun rumah layak huni senilai Rp 15 juta bagi 10 Kepala Keluarga (KK).

Pasalnya, ada dugaan terjadi penyunatan oleh oknum pendamping sebesar Rp 5 juta dengan modus biaya administrasi.

Persoalan ini diungkap, Buce Tapatap, warga RT 04/RW 02,  Dusun 2,  Desa Uilelot Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang yang juga penerima bantuan rumah kepada Wartawan, Senin (4/3/2019).

Buce menuturkan, sebanyak 10 KK di Desa Uilelot Kecamatan Semau ditetapkan sebagai penerima bantuan rumah layak huni oleh pemerintah.

Bantuan yang diberikan kepada penerima bukan dalam bentuk uang tunai, namun dalam bentuk bahan bangunan untuk membangun rumah ukuran 5 × 7 meter persegi.

Yuk Simak! Cuaca Aktual Penerbangan di Bandara El Tari Kupang

UNDARMA Terima 1000 Mahasiswa

Masing - masing penerima bantuan, mendapat bahan bangunan setara dengan nominal uang sebesar Rp. 15.000.000, sehingga total dana untuk   10  KK penerima sebesar Rp. 150.000.000,-.

Dijelaskannya bahwa sejak proses awal tidak pernah ada informasi soal pemotongan itu, bahkan oleh pendamping diperoleh penjelasan bahwa bantuan rumah layak huni itu tidak di pungut biaya dengan alasan apapun.

Setelah uang di cairkan ke rekening kelompok sebesar Rp. 150.000.000,- ketua kelompok pun membelanjakan bahan bangunan sesuai jumlah yang mestinya di terima per KK.

"Pada  rapat terakhir tanggal 2 Maret 2019 lalu, barulah informasi di sampaikan oleh Sakarias Nisi pendamping program bahwa pemotongan uang sebesar Rp. 5.000.000,- per KK langsung di potong untuk biaya administrasi. Padahal yang kami tahu uang sebesar Rp. 150.000.000,- lengkap masuk ke rekening kelompok untuk 10 orang KK penerima, kemudian setelah ketua dan bendahara belanja bahan barulah kami di informasi bahwa ada potongan lima juta rupiah per KK," beber Buce.

Potensi Hujan Disertai Petir dan Gelombang Setinggi 1-2 Meter Terjadi Hari Ini

Ketua KPU Sumbar Dan ST Akui APK DPD RI Masih Tersimpan di Gudang

Dijelaskannya  bahwa pembagian bahan bangunan untuk 10  KK penerima juga tidak merata. Ada 8 orang KK penerima mendapat 20 zak semen, ada 1 KK hanya dapat 10 zak semen, ada juga 1 KK hanya dapat seng 10 lembar.

Penerima lainnya, Siriatus Kudang Laiskodat, warga RT. 03/RW. 02 Desa Uilelot juga mengakui soal pemotongan dana Rp 5 juta tersebut. Dijelaskannya bahwa , informasi tentang pemotongan baru di peroleh warga saat rapat tanggal 2 Maret 2019 di rumah Ketua Kelompok.  Rapat di pimpin  pendamping program,  Sakarias Nisi.

Pada awalnya, jelas Laiskodat,  warga menanyakan soal bahan bangunan yang diterima tidak merata. Ada yang dapat batako 502 buah, ada 200 buah, ada pula 760 buah. 

Bahan bangunan lain yaitu semen, ada yang dapat 20 sak, ada yang 10 sak. Untuk seng ada yang dapat 50 lembar, sementara lainnya dapat 40 lembar tapi ada pula dapat 10 lembar saja. Untuk besi beton ukuran 8 mm 10 staf, ukuran 3 mm 5 staf dan kawat ikat 1,5 Kilogram.

"Kami tanya kuitansi apakah sudah sesuai RAB tapi pendamping jawab bahwa kuitansi tidak bisa diberikan ke anggota, nanti setelah selesai kerja baru serahkan. Bahan yang kami terima tidak sesuai jumlah nominal uang," kata Laiskodat.

Yuk! Kredit Kendaraan Bermotor di BRI

Ramalan Zodiak Hari Ini, Rabu 6 Maret 2019, Gemini Jalan-jalan, Capricorn Bisnis Tanah dan Properti

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved