Sabtu, 9 Mei 2026

Renungan Harian Kristen Protestan

Tunjukkan Otakmu maka Aku Tunjukkan Tuhanku

Sang professor mati kutu karena seakan-akan si anak tersebut berkata: tunjukkan otakmu maka aku tunjukkan Tuhanku juga

Tayang:
Editor: Ferry Jahang
Dok Pribadi
Dr. Messakh Dethan 

Apalagi dalam pengertian kamus manapun (termasuk KBBI) fiksi dalam sebuah karya sastra pertama-tama menunjuk kepada cerita rekaan (roman, novel, dongeng, dan lain sebagainya).

Dan dalam pengertian yang kedua fiksi menunjuk kepada rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan dan atau yang ketiga fiksi menunjuk kepada pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran belaka.

Ketika orang juga berpikir dan bahkan sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan itu tidak ada, maka ia tidak hanya berhadapan dengan parapenganut agamanya, tetapi juga bertentangan dengan isi kitab suci itu sendiri.

Teks Alkitab Mazmur 14:1-7 mengkritisi pihak-pihak yang menyangkali adanya Tuhan Allah pencipta.

Si penulis teks Mazmur 14 mengatakan bahwa ada orang-orang bebal yang meremehkan Allah dan mengatakan Allah itu tidak ada. Mereka tidak mengakui Allah dalam hati dan pikiran mereka.

Hidup mereka jauh dari kehendak-Nya. Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik (ay.1).

Ada pula orang-orang yang mengaku sebagai umat Allah, tetapi tidak sungguh-sungguh mencari-Nya dan tidak mengakui keberadaan-Nya dalam sikap dan perbuatan mereka.

Mereka melakukan berbagai kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah (ay.2-4). Allah tidak berkenan kepada orang-orang yang meremehkan Dia dan menyangkal keberadaan-Nya.

Pada saatnya mereka akan terkejut di hadapan-Nya. Si penulis Mazmur juga mengingatkan bahwa: Orang-orang bebal yang meremehkan dan menyangkal Allah akan mendapatkan penghakiman dan penghukuman Allah.

Tetapi orang-orang beriman akan mendapatkan kekuatan, pertolongan, dan keselamatan dari-Nya (ay.5-7).

Menurut Louis Berkhof, atheis atau orang yang tidak mengakui adanya Tuhan dapat dibedakan dalam dua kelompok, yaitu atheis teoritis dan atheis praktis.

Atheis teoritis lebih bersifat intelektual dan mendasarkan penyangkalan mereka melalui suatu proses pemikiran.

Di hati dan pikiran mereka tidak ada Allah. Karena mereka menganggap Allah tidak ada, maka mereka juga tidak menghiraukan-Nya dalam praktek hidup mereka.

Ke rumah ibadah dan atau ke tempat doa hanyalah membuang-buang waktu saja.

Atheis praktis adalah orang-orang yang "mengaku percaya kepada Allah", namun dalam praktek hidup mereka sehari-hari mereka tidak mengindahkan-Nya dan hidup seolah-olah Tuhan itu tidak ada juga.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved