Renungan Harian Kristen Protestan
Tunjukkan Otakmu maka Aku Tunjukkan Tuhanku
Sang professor mati kutu karena seakan-akan si anak tersebut berkata: tunjukkan otakmu maka aku tunjukkan Tuhanku juga
Umumnya dalam karya sastra sebuah kisah atau kejadian berasal dari sebuah imajinasi.
Karena ada anggapan bahwa Kitab Suci memang berasal dari Tuhan tetapi ditulis lewat manusia, maka sebagai bagian dari "narasi sastra" Kitab Suci dalam pengertian sempit dan dalam arti tertentu mungkin bisa dikatakan adalah "sebuah fiksi".
Dan Rocky ada dalam wacana seperti ini.
Dalam pengertian ini Rocky mungkin bisa berkelit dan argumentasinya ada benarnya juga, khususnya dalam kaitan dengan bidang ilmu filsafat.
Teolog dan Filsuf besar Jerman, Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher pernah mengatakan bahwa untuk memahami Kitab Suci orang bisa memahaminya dari tiga aspek atau fungsi yaitu misteri, perasaan dan imaginasi.
Tanpa ketiganya pemahaman teks Alkitab terasa kosong, sempit dan dangkal. Karena peristiwa-peristiwa di balik teks Alkitab sebetulnya sangat hidup dan kaya maknanya.
Tetapi ketika dituangkan dalam bentuk tulisan oleh para penulis Kitab Suci, maka maknanya yang luas dan kaya arti tidak mampu ditampung oleh kata-kata manusia yang tertulis dan terbatas itu.
Karena itu para penafsir Kitab Suci diharapkan memiliki kemampuan berimaginasi yang terkontrol untuk menggali kembali seluruh makna sebenarnya dari teks kitab suci itu.
Dalam hal ini Rocky masih beruntung karena ia tidak sampai pada kesimpulan yang lebih ekstrem bahwa Tuhan itu tidak ada atau bahwa Tuhan itu fiksi.
Dalam beberapa debat di televisi Rocky dipancing untuk mengeluarkan pendapatnya bahwa apakah dia mengakui Tuhan itu ada atau tidak.
Rocky sadar dan tahu akan jebakan itu, sehingga dia tidak mau menjawabnya.
Tentu pernyataan Rocky Gerung yang menimbulkan polimik belum seberapa dengan pernyataaan filsuf dan sastrawan Jerman yang terkenal Friedrich Nietzsche bahwa Got ist tot (bahasa Jerman Tuhan sudah mati).
Nietzsche yang pada zamannya dikenal sebagai "sang pembunuh Tuhan" sebetulnya memprovokasi dan mengkritik kebudayaan Barat di zamannya.
Bagi Nietzsche manusia yang waras dan berakal budi haruslah Umwertung aller Werten (bahasa Jerman yang artinya peninjauan ulang semua nilai dan tradisi yang menurutnya sebagian besar dipengaruhi oleh pemikiran Plato dan tradisi kekristenan.
.
Bermain-main dalam ranah keilmuan dan filosofis adalah sah-sah saja. Namun ia akan menjadi soal besar jika pemikiran itu sudah ada kaitan dengan kehidupan keberagamaan.
Sebab percaya kepada Kitab Suci sebagai sebuah sumber ajaran beragama tertentu, dan percaya kepada Tuhan adalah sudah menjadi bagian penting dari iman seseorang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-messakh-dethan.jpg)