Renungan Harian Kristen Protestan

Tunjukkan Otakmu maka Aku Tunjukkan Tuhanku

Sang professor mati kutu karena seakan-akan si anak tersebut berkata: tunjukkan otakmu maka aku tunjukkan Tuhanku juga

Editor: Ferry Jahang
Dok Pribadi
Dr. Messakh Dethan 

Tunjukkan Otakmu maka Aku Tunjukkan Tuhanku

Renungan Harian Kristen Protestan
Selasa 26 Februari 2019
Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA

Rocky Gerung, mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia tiba-tiba menjadi sangat terkenal dan menjadi perhatian publik masyarakat Indonesia, dan sering diundang untuk menjadi komentator dan narasumber dimana-mana.

Dia mengeluarkan pernyataannya yang kontroversial: "Kitab suci adalah Fiksi".

Akibatnya dia dilaporkan ke polisi oleh Permadi Arya (Ketua Cyber Indonesia) didampingi Sekjennya, Jack Boyd Lapian ke Polda Metro Jaya, Rabu (11/4/2019).

Dalam laporan tersebut, Permadi mengutip definisi fiksi dan kitab suci berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Rocky diduga menyebarkan informasi bermotif SARA untuk menimbulkan rasa kebencian.

Dalam laporan itu Rocky dijerat ancaman pelanggaran Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE

Menanggapi itu, Rocky menegaskan pengertian fiksi yang ia maksudkan itu berbeda karena ia tidak menggunakan pengertian yang dipaparkan dalam KBBI.

Pengertian fiksi yang diucapkannya itu merupakan hasil dialektika pemikirannya sendiri.

Terhadap laporan ini Rocky menolak kalau ia dianggap menista agama, karena ia beralasan istilah fiksi yang dia gunakan tidak dalam pengertian KBBI. Tetapi dalam pengertian defenisi yang dia buat sendiri.

Rocky Gerung: "Saya pakai keterangan berdasarkan definisi yang saya buat, saya bilang fiksi itu beda dengan fiktif. Dari awal saya sudah kasih tahu beda, kalau ada yang bilang sama, ya silakan bilang itu sama".

Terlepas dari kontroversi Rocky, dan terlepas pula dari apakah dia bersalah atau tidak, itu menjadi urusan pihak penegak hukum.

Namun secara filosofis peryataan Rocky Gerung dalam arti tertentu masih dapat ditolerir. Ingatlah para pembaca yang budiman hal ini hanya dalam arti tertentu dan terbatas.

Ditolerir karena pada satu pihak, pernyataan itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang dan di pihak lain secara keilmuan dan filosofis pengertian fiksi dalam hubungan dengan sebuah karya sastra menunjuk kepada imajinasi yang menimbukan gairah dan rasa ingin tahu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved