437 Pasien Penderita DBD di Sumba Timur, Belasan Orang Pasien Diantaranya Meninggal Dunia
-Wabah demam berdarah dangue (DBD) di wilayah Kabupaten Sumba Timur kian semakin darurat dan tragis
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
PASIEN DBD---Seorang pasien DBD sedang dirawat di RSU Imanuel Waingapu.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU----Wabah demam berdarah dangue (DBD) di wilayah Kabupaten Sumba Timur kian semakin darurat dan tragis, pasalnya pasien yang menderita DBD terus meningkat tajam dari hari ke hari sepanjang Tahun 2019. Begitu juga pasien yang meninggal akibat DBD ini juga semakin meningkat.
Total hasil rilis dari tiga Rumah Sakit yang ada di Kota Waingapu yakni RSK Lindimara, RSU Imanuel Waingapu, dan RSUD Umbu Rara Meha Waingapu sejak dari tanggal 1 Januari 2019 sampai tanggal 21 Frebuari 2019 sudah mencapai 437 pasien yang diserang DBD yang ditangani oleh ketiga Rumah Sakit itu.
Dari total 437 pasien DBD yang ditangani itu, sudah sebelas atau sebanyak 11 orang pasien diantaranya nyawa tak bisa tertolong alias meninggal dunia. Rata-rata yang meninggal dunia akibat diserang DBD itu adalah usia anak-anak.
• Mengaku Dukun yang Bisa Sembuhkan Orang, Pria Ini Bentang Kain dan Cabuli Perempuan di Kebun
• Ibu Hamil Tewas Ditangan Suami dengan Luka Robek di Perut, Kode Sandi di HP jadi Pemicu
Sedangkan satu pasien lagi berdasarkan informasi yang diperoleh POS-KUPANG. COM pasien DBD itu merupakan anak-anak pulah berasal dari Nggoa dan telah di diagnosa meninggal karena DBD. Jadi ditotalkan yang meninggal DBD sudah 12 orang.
Dua pasien DBD yang baru meninggal, Selasa (19/2/2019) kemarin. Sedangkan dalam pekan yang lalu sebanyak tiga orang pasien DBD yang meninggal dunia yang masih berusia anak-anak.
Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Dr. Lely Harakai, M.Kes kepada POS-KUPANG. COM, melalui pesan WatsApp, Kamis (21/2/2019) malam mengatakan pasien DBD yang ditangani sepanjang sejak tanggal 1 Januari 2019 sampai 21 Frebuari 2019 sudah 174 orang.
Dari total 174 pasien DBD ini jelas Dr. Lely delapan orang pasien diantaranya meninggal dunia.
Direktur RSK Lindimara Dr.Alhairani K.L.M.Mesa kepada POS-KUPANG. COM melalui pesan WatsApp, Kamis (21/2/2019) malam, mengatakan pasien DBD yang dirawat di RSK Lindimara terhitung dari tanggal 1 Januari 2019 sampai 21 Frebuari 2019 sebanyak 126 pasien.
Kata Dr. Alhairani, dari 126 pasien DBD yang ditangani itu, tiga pasien DBD diantaranya meninggal dunia.
Direktur RSU Imanuel Waingapu, Dr. Danny Christian kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (21/2/2019) malam juga menjelaskan sepanjang tahun 2019 terhitung sejak dari tanggal 1 Januari 2019 sampai 21 Frebuari 2019 sudah sebanyak 137 pasien yang positif DBD yang ditangani oleh pihak di RSU Imanuel Waingapu.
Kata dr. Danny dari 137 orang pasien yang ditangani itu semuanya berhasil diselamatkan dengan baik dan tidak ada yang kehilangan nyawa. (*)