Jimmi Sianto Harap Jangan Jadikan UU Perlindungan Anak untuk Lindungi Siswa Tawuran

Jimmi Sianto Harap Jangan Jadikan UU Perlindungan Anak untuk Lindungi Siswa Tawuran

Jimmi Sianto Harap Jangan Jadikan UU Perlindungan Anak untuk Lindungi Siswa Tawuran
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
RDP Komisi V DPRD NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT di ruang Komisi V, Senin (18/2/2019). 

Jimmi Sianto Harap Jangan Jadikan UU Perlindungan Anak untuk Lindungi Siswa Tawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) NTT menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT di ruang rapat Komisi V DPRD NTT, Senin (18/2/2019).

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto, menegaskan agar siswa yang terlibat tawuran jangan dilindungi tetapi harus diberi sanksi tegas.

Dia merasa kesal, sekiranya nanti anak-anak itu tidak diberi sanksi lantaran adanya undang-undang perlindungan anak.

Ledakan di GBK, Polda Metro Jaya Periksa CCTV dan Relawan Jokowi-Maruf

"Anak-anak harus diberikan sanksi tegas. Siswa tawuran kok malah tidak boleh diberikan sanksi tegas. Tidak bisa karena alasan undang-undang. Ini mentalnya jadi tidak bagus," katanya.

Konkritnya, dia sarankan agar para siswa tersebut tahan kelas. Dia menambahkan, jika sanksi itu tidak diberlakukan karena siswa tersebut pintar, maka pendidikan akan menghasilkan orang-orang yang tidak berkarakter.

Curiga Ada Kecurangan dalam Debat Kedua Pilpres 2019, KPU Persilahkan Lapor ke Bawaslu

"Kalau dia dibiarkan karena alasan pintar, besok-besok dia akan jadi pencuri. Biarpun pintar. Rusak. Saya dulu ribut dengan kepala sekolah karena sebelum datang ke sini, anak-anak sudah minum moke. Satu kali saya datang ke sekolah, jemput kepala sekolah lihat itu," ucapnya.

Dia sarankan pihak sekolah agar perbanyak kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, banyak murid yang bolos sewaktu jam pelajaran berlangsung.

"Sekarang yang ada ini, mereka keliaran di saya punya lorong dan bangunkan saya. Bisa juga karena guru tidak masuk dan mereka keliaran ke luar. Jadi kegiatan kesiswaan juga harus aktif. Dia masuk harus langsung diberikan kegiatan-kegiatan seperti itu. Supaya mereka tidak ada waktu untuk yang bbukan-buka," katanya.

"Kalau ada tempat, bikin lapangan futsal. Supaya mereka tidak ada waktu untuk tawuran," imbuhnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved