Salam Pos Kupang
Bupati Milik Semua Kalangan
Kita inginkan mereka menjalankan tugas sebagai pemimpin dan kepala daerah. Artinya, kehadiran mereka benar-benar mengayomi semua lapisan masyarakat.
Penulis: Alfred Dama | Editor: Ferry Jahang
Bupati Milik Semua Kalangan
GUBERNUR NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat akan melantik empat bupati kepala daerah pada Kamis (14/2/2019) hari ini.
Keempat bupati dan wakil bupati tersebut tiga merupakan hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) bulan Juni 2018. Ketiganya adalah Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Epy Tahun dan Army Konay.
Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, Ny. Paulina Haning-Bullu, SE dan Stefanus M. Saek, SE, Msi dan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH, MH dan Drs. Jaghur Stefanus.
Sedangkan untuk Kabupaten Sabu Raijua, Gubernur melantik Drs. Nikodemus Rihi Heke sebagai bupati. Rihi Heke selama ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sabu Raijua sekaligus sebagai pelaksana tugas bupati setelah Marthen Dira Thome terjerat kasus hukum.
Pelantikan ini merupakan sebuah pengukuhan resmi dimulainya masa jabatan dari bupati dan wakil bupati terpilih. Artinya, mereka diberi mandat, wewenang dan tanggung jawab untuk memimpin di wilayah masing-masing.
Sebagai masyarakat, tentu kita merasa senang dan bangga serta berharap para pemimpin baru ini bisa memberi warna pembangunan yang berbeda di daerah masing-masing.
Kita inginkan mereka benar-benar menjalankan tugas sebagai pemimpin dan kepala daerah. Artinya, kehadiran mereka benar-benar mengayomi semua lapisan masyarakat.
Tidak boleh ada lagi kata bupati kita karena kita yang menang. Begitu mereka dinyatakan menang oleh KPU diikuti pelantikan maka saat itu, bupati dan wakil bupat sudah menjadi milik masyarakat, baik yang memilih maupun tidak.
Mulai sekarang, bupati dan wakil bupati serta para pendukung untuk melepaskan segala perbedaan, perselisihan, pertentangan, kompetisi, saling menjatuhkan, merasa paling berjasa, merasa paling hebat dan lainnya.
Kita sudah melewati pesta melelahkan dan saatnya sekarang mulai membangun. Artinya, semua komponen harus bahu-membahu membantu bupati dan wakil bupati memajukan daerah masing-masing.
Para bupati dan wakil bupati yang dilantik juga harus menyadari bahwa jabatan yang dipegang saat ini merupakan amanah yang diberikan semua warga di kabupaten tersebut. Tidak boleh ada dendam.
Persaingan dalam Pilkada sudah berlalu. Tidak boleh ada rasa curiga dan dendam yang berujung saling depak. Jadi pemimpin juga bukan semena-semena.
Kita juga berharap kepada para bupati dan wakil bupati untuk tidak korupsi, sebab sudah cukup banyak kepala daerah yang ditangkap KPK karena terjerat korupsi dengan berbagai bentuknya.
Cukup sudah ada bupati dan wakil bupati dari NTT yang ditangkap KPK. Semua kita tentunya malu, ketika semua televisi memberitakan kepala daerah dari NTT ditangkap lembaga anti rasuah tersebut. (*)