Salam Pos Kupang
Menata Kembali RPH Oeba
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Oeba sudah tak layak karena fasilitas tersebut tidak memiliki saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Jahang
BERBICARA tentang wilayah Oeba, masyarakat NTT pada umumnya, dan masyarakat Kota Kupang khususnya teringat akan keunikan wilayah ini.
Pasalnya, pada dekade tahun 70-an, Oeba menjadi penyanggah air minum bersih bagi masyarakat di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.
Mata Air Oeba selain dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat, tetapi limpasan air Oeba juga dimanfaatkan untuk kebutuhan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) Oeba yang berjarak puluhan meter saja dari sumber mata air Oeba.
Seiring perkembangan wilayah Kota Kupang serta laju pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, maka keberadaan RPH Oeba perlu dilakukan evaluasi oleh pemerintah bersama para pengguna RPH tersebut, baik terkait proses pemotongan hewan maupun penanganan limbahnya.
Hal ini perlu dilakukan karena proses pemotongan dan penanganan limbahnya sudah menjadi keluhan warga. Sehingga tidaklah heran ada masyarakat yang meminta agar RPH tersebut ditinjau kembali keberadaannya.
Selain bangunan fasilitas RPH Oeba sudah dikeliling permukiman padat penduduk, namun RPH Oeba juga berdampingan dengan fasilitas umum, yakni Sekolah Dasar Negeri 3 Oeba. Tidak hanya itu, fasilitas ini juga berdekatan dengan lokasi TPI Oeba dan Pasar Oeba.
Kondisi ini tentu telah menimbulkan sejumlah keluhan bagi masyarakat sekitar. Keluhan warga pun diperkuat dengan pernyataan Lurah Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa.
Lurah Fatubesi menilai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Oeba sudah tak layak karena fasilitas tersebut tidak memiliki saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik.
Apa yang disampaikan lurah ada benarnya, karena pemimpin wilayah kelurahan tersebut tentu lebih tahu akan kondisi kewilayaan di kelurahan tersebut.
Pasalnya, limbah dari rumah pemotongan hewan tersebut sudah sangat mengganggu warga, termasuk ratusan anak didik yang bersekolah di SD Negeri Oeba 3 Kota Kupang.
Apalagi sistem drainasenya di RPH yang tidak baik membuat air limbah terkadang masuk ke selokan atau ke pemukiman warga yang lebih rendah.
Keluhan lainnya, limbah hewan sering dibuang langsung ke dalam saluran got yang airnya melintas depan SDN Oeba 3 dan bermuara ke laut.
Sementara air dalam got saluran juga sering dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan rumah tangga.
Dengan melihat kondisi ril yang terjadi di lokasi RPH Oeba, maka masyarakat berharap agar Pemerintah Kota Kupang melalui instansi teknis ke depan harus memikirkan langkah antisipasipatif untuk menata kembali fasilitas RPH Oeba.
Bahkan, elemen warga menghimbau agar fasilitas RPH Oeba dipindahkan ke lokasi lain yang lebih layak sehingga tidak menimbulkan bau serta polusi bagi masyarakat sekitar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/instalasi-limbah.jpg)