Berita kabupaten TTS Terkini

Waduh, Angka Pengidap HIV Aids di TTS - Provinsi NTT Naik 100 Persen Lebih

Jika di tahun 2017 ditemukan 39 penderita HIV Aids baru di Kabupaten TTS, maka angka ini meningkat menjadi 43 penderita HIV Aids baru yang di tahun

Waduh, Angka Pengidap HIV Aids di TTS - Provinsi NTT Naik 100 Persen Lebih
Pos Kupang.com/Dion Kota
Sekrertaris KPA Kabupaten TTS, Antoneta Liufeto 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Warning keras datang penyakit seksual menular, HIV Aids untuk Kabupaten TTS. Pasalnya, angka pengidap penyakit yang belum ditemukan obatnya ini naik 100 persen lebih di tahun 2018.

Jika di tahun 2017 ditemukan 39 penderita HIV Aids baru di Kabupaten TTS, maka angka ini meningkat menjadi 43 penderita HIV Aids baru yang di tahun 2018.

Sekertaris Komisi Penanggulan Aids (KPA) Kabupaten TTS, Antoneta Liufeto yang ditemui pos kupang, Selasa ( 5/2/2019) pagi di kantor sekertariat KPA mengatakan, kenaikan fantastis angka pengidap HIV Aids ini tidak Kabupaten TTS tidak lepas dari prilaku seks yang suka berganti-ganti pasangan.

Perilaku seks seperti ini membuat seseorang sangat rentan terinfeksi penyakit seks menular termaksud HIV Aids.

" Kebaikannya sangat tinggi. Ini harus jadi peringat keras untuk masyarakat TTS agar berhati-hati dan meninggalkan prilaku seks berganti-ganti pasangan karena itu sangat berisko," ingatnya.

Di Kabupaten Lembata, Banyak Kades Tak Mau Simpan Beras Raskin

Kapolres Kupang Indera Gunawan Akui Kesadaran Berlalulintas Kaum Milenial Masih Rendah

Ketika disinggung terkait total pengidap HIV Aids di Kabupaten TTS, Antoneta menjelaskan, total angka pengidap penyakit HIV Aids dari tahun 2007 hingga 2018 sebanyak 332 pengidap.

Dari jumlah tersebut, 139 di antaranya sudah meninggal dunia dan saat ini tersisa 193 orang dengan HIV Aids (Oda) di Kabupaten TTS. Dari 193 Oda ini tersisa ini tercatat memiliki ragam pekerjaan.

Mulai Ibu rumah tangga, PNS, Ojek, Petani, TNI-POLRI, supir angkot, pegawai honor pegawai honor hingga mahasiswa. Mirisnya, dari 193 Oda yang ada, terdapat empat balita yang mengidap HIV Aids yang ditularkan oleh kedua orang tuanya.

" Khusus tahun 2018 ada 6 Oda yang meninggal dunia. Saat ini masih ada 193 Oda dimana di antara ada empat balita yang tertular dari kedua orang tuanya. Tidak hanya itu, ada juga mahasiswa yang terkena HIV Aid karena prilaku seks yang suka berganti-ganti pasangan," jelasnya.

Sayangnya, dengan angka pengidap HIV Aids yang naik dua kali lipat tersebut belum mampu membuat Pemda TTS menaruh perhatian serius guna menekan angka penularan penyakit mematikan tersebut.

Pada tahun 2018, Pemda hanya mengalokasikan anggarkan senilai 125 juta untuk KPA. Mirisnya lagi, anggaran yang terbatas tersebut baru dicairkan kepada sekertariat KPA pada bulan oktober 2018.

Hal ini jelas membuat sekertariat KPA tak mampu berbuat banyak dengan anggaran tersebut. Dampaknya, selama tahun 2018 KPA tidak pernah melakukan sosialisasi pencegahan penularan penyakit HIV Aids.

" Memang tahun kemarin kami tidak ada sosialisasi pencegahan penularan penyakit HIV Aids. Anggaran kami tahun kemarin cairnya sudah di Oktober menjelang akhir tahun. Kami hanya gunakan anggaran untuk bayar honor pegawai dan melakukan monitoring beberapa kegiatan kita yang sudah dilakukan di tahun 2017, " ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved