Sopir Bemo Perkosa Siswi SD
NASIB TERKINI Siswi Kelas 6 SD yang Jadi Korban Perkosaan, PPPA Kota Kupang Tak Lakukan Pendampingan
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau PPPA Kota Kupang pun tak melakukan pendampingan terhadap siswi SD korban perkosaan ini.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Bebet I Hidayat
"Apa yang dia lakukan harus diberikan hukuman sesuai dengan undang-undang yang ada. Kita ikuti undang-undang yang ada," kata FN, Jumat (1/2/2019) sore.
Saat itu, ia ditemui di kontrakannya yang terletak di Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
FN yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mengaku, hukuman berat harus diberikan kepada Marten.
"Kami keluarga saat mendengar kejadian ini kaget. Tidak sangka-sangka terjadi seperti ini," kata FN sembari menyusui anak bungsunya yang baru berusia dua bulan.
Selain keluarga yang mengalami trauma atas kejadian tersebut, lanjut FN, putri kesayangannya yang masih berstatus siswi SD juga mengalami trauma atas kejadian tersebut.
"Dia trauma. Dia bilang saat kejadian dia disekap dalam kos. Seandainya dia melawan dan lari, dia akan dikasih mati (dibunuh)," ujarnya.
"Karena sudah di dalam kamar yang terkunci terus pelaku sudah mengambil kuncinya. Jadi dia tidak berani minta tolong atau lari," tutur FN.
Dia mengaku, putri sulungnya merupakan anak yang aktif dalam lingkungan rumah akan tetapi pascakejadian, putrinya merasa takut dan trauma.
"Dia berubah sekarang ini. Dia takut dan trauma dia tidak semangat seperti dulu," ujarnya.
• Fashion : Ingin Tampil Trendy dengan Hoodie Tenun, Disain Dari Erwin Yuan Ini Bisa Kamu Coba
• Jelang Imlek 2019, di Kota Kupang, Marga Lay Doakan Leluhur di Rumah Abu
Pihaknya juga bersyukur dan berterima kasih atas dukungan moril dari pihak RT setempat, para tetangga dan pihak sekolah untuk keluarga dan putrinya dalam menjalani proses hukum saat ini.
"Tadi waktu kami di Polresta ada kunjungan dari sekolah dan tanggal 6 Februari nanti sudah bisa masuk sekolah. Mereka datang kasih motivasi," katanya.
Dirinya berharap adanya pendampingan secara psikologis bagi putrinya sehingga anaknya tidak merasa trauma dan minder menjalani kehidupan.
Baik di lingkungan rumah maupun di sekolah.
"Supaya dia kembali normal seperti dulu," harapnya.
Kronologi Kejadian