Berita NTT Terkini

Gubernur Viktor Laiskodat: Pemda Segera Tata Lahan Pertanian & Peternakan di Lokasi Bendungan Temef

Gubernur Viktor Laiskodat: Pemda Segera Tata Lahan Pertanian & Peternakan di Lokasi Bendungan Temef

Gubernur Viktor Laiskodat: Pemda Segera Tata Lahan Pertanian & Peternakan di Lokasi Bendungan Temef
Pos Kupang.com/Dion Kota
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Jhoni Asodoma, Bupati TTS terpilih, Epy Tahun sedang meninjau lokasi pembangunan bendungan temef di lokasi pengerjaan 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mengatakan, dengan adanya Bendungan Temef yang dibangun pemerintah pusat, maka tugas pemerintah daerah ( propinsi dan kabupaten) harus segera menata lahan yang berada di sekitar lokasi bendungan temef untuk dijadikan pertanian lahan kering, sawah, lokasi peternakan, perikanan dan obyek wisata.

Oleh sebab itu, Gubernur Viktor meminta kepada para pemilik lahan agar tidak menjual lahan tersebut kepada orang di luar TTS. Pasalnya ke depan, lokasi di sekitar bendungan temef akan menjadi sentral pertanian, peternakan serta pariwisata.

" Kita akan segera menata lahan di sekitar lokasi pembangunan bendungan temef agar memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Selain sebagai sumber kebutuhan air baku, pengembangan pertanian dan peternakan terutama pertanian lahan kering akan kita kembangkan di lokasi tersebut.

Selain itu, kita akan kembangkan energi listrik tenaga air dan menjadikan bendungan temef sebagai destinasi wisata baru yang mendatangkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Oleh sebab itu, saya berharap masyarakat jangan jual lahannya tetapi harus dikelolah untuk meningkatkan ekonomi keluarga ," ungkap Gubernur Viktor saat mengunjungi lokasi pembangunan bendungan temef, Selasa (29/1/2019) pagi.

Kepala Dinas PRKP TTS, Jack Benu yang ikut mendampingi Gubernur Viktor dalam kunjungan tersebut mengatakan, terkait proyek pembangunan bendungan Temef, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna proses pengadaan lahan, serta telah melengkapi dokumen teknis dan Gubernur NTT telah menyetujui dan menandatanganinya.

Baru Dikerjakan Tahun 2017 ! Tembok Penahan Deker di Ekateta Ambruk Dihantam Hujan

Andre Koreh: Om Damy Bukan Hanya Guru dan Teman Diskusi, Tapi Tokoh Panutan Generasi Muda

Untuk lokasi keseluruhan Bendungan Temef sendiri mencakup 347 pemilik lahan dengan jumlah 771 bidang yang tersebar pada Desa Oelnino, Pene Utara dan Konbaki, Kecamatan Polen.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan pendataan serta pihak BPN juga telah melakukan pengukuran lahan dan akan memberikan ganti rugi penuh bagi pemilik lahan.

" Untuk proses sosialisasi dan pengukuran ganti rugi lahan sendiri sudah selesai. Selanjutnya kita tinggal melakukan ganti rugi terhadap lahan masyarakat yang masuk dalam lokasi pembangunan bendungan temef," ujar Jack. ‎

Kepala Balai Nusa Tenggara II, Ir. Agus Sosiawan melalui PPK, Frangky Welkis menjelaskan, perencanaan pembangunan bendungan temef dilakukan sejak 2012 lalu. Namun baru mendapat persetujuan dan AMDAL pada 2017 sehingga barulah memulai pembangunannya.‎

Dalam pelaksanaan pembangunan bendungan temef dibagi kedalam dua paket yang dikerjakan dua rekanan. Pertama, PT. Nindya-Bina Nusa Lestari KSO dengan Nilai Kontrak Rp. 506.145.751.000 dengan waktu pelaksanaan selama 1.560 hari kalender.

Pelaksanaan paket kedua oleh PT. Waskita Karya-Bangunnusa KSO dengan Nilai Kontrak Rp. 899.088.942.000 dengan waktu pelaksanaan 1.560 Hari Kalender.

" Untuk realisasi pekerjaan yang dilakukan PT Nindya-Bina Nusa Lestari pada rencana fisik sebesar 19,24 persen dan realisasi keuangan sebesar 4,29 persen. ‎ Sedangkan ntuk pembangunan paket dua yang dikerjakan PT Waskita realisasi fisik mencapai 10,49 persen, sedangkan realisasi keuangan sebesar 4,28 persen," ujar Frangky. (*)

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Jhoni Asodoma, Bupati TTS terpilih, Epy Tahun sedang meninjau lokasi pembangunan bendungan temef di lokasi pengerjaan. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved