Ini Jumlah Kasus DBD yang Ada di Puskesmas Bakunase

Sampai saat ini di Puskesmas Bakunase ditemukan ada 14 kasus Demam Berdarah Dengue

Ini Jumlah Kasus DBD yang Ada di Puskesmas Bakunase
POS-KUPANG.COM/OBYLEWANMERU
Kepala Puskesmas Bakunase,dr.Maria Veronica Ivonny D. Ray saat berada di Posko DBD dan memantau pengemasan Abate di posko DBD Puskesmas Bakunase, Jumat ( 2 5/1/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS- KUPANG. COM/KUPANG - Sampai saat ini di Puskesmas Bakunase ditemukan ada 14 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Para penderita langsung ditangani awal dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit.

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Bakunase , dr.Maria Veronica Ivonny D. Ray ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/1/2019).  Demam Berdarah Dengue

Menurut dr. Ivonny, penderita DBD itu diperoleh ketika masyarakat datang berobat,kemudian dilakukan pemeriksaan sehingga ditemukan. Demam Berdarah Dengue

"Pasien datang ke Puskesmas Bakunase dengan gejala DBD‎, kita lakukan pemeriksaan dan langsung dirujuk ke rumah sakit," kata Ivonny.

BREAKING NEWS: Gedung SMAN 3 Takari Roboh, Kepsek Liburkan Siswa Tanpa Batas Waktu

Dikatakan, pemeriksaan itu melalui tes atau pemeriksaan darah, pengecekan jumlah trombosit. Apabila pasien itu terkategori DBD, maka langsung dirujuk ke rumah sakit.
Terkait upaya pencegahan oleh pihak puskesmas,ia mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan pojok abate. Invonny, pojok ini terdapat tempat abate yang akan dibagikan kepada masyarakat.

setiap hari petugas di puskesmas itu selalu mengumumkan kepada masyarakat soal kesiapan abate di pojok abate. "Jadi melalui pengeras suara, kita informasikan kepada masyarakat soal ketersedian abate di pojok abate. Abate ini ketersediaannya cukup dan diberikan secara gratis kepada masyarakat," katanya.

Dikatakan, setiap masyarakat yang hendak mengambil abate diminta memberikan atau menulis identitas atau data pada formulir yang sudah disiapkan puskesmas, sehingga pihaknya bisa mengetahui perkembangan pendistribusian abate.

"Selain itu, dengan identitas warga yang sudah ambil abate itu menjadi pegangan kami. Ketika ada kasus DBD,maka kita bisa cross check nama pasien dengan nama keluarga yang sudah mengambil atau mendapat pembagian abate," ujarnya.

Ivonny mengatakan, identitas masyarakat itu berupa nama kepala keluarga,jumlah tampungan atau bak air dirumah,sehingga pembagian abate disesuaikan dengan jumlah tampungan air. Upaya itu, lanjutnya,menjadi evaluasi pihak puskesmas, apakah warga itu setelah mendapat abate apakah digunakan atau hanya disimpan.

"Jadi untuk abate ini,selain petugas distribusi kerumah-rumah, masyarakat juga bisa sendiri mengambil di pojok abate. Kita sudah kemas di plastik-plastik‎ dan bisa langsung diambil masyarakat," ujarnya.‎

Selain pojok abate yang sudah ada selama ini, Puskesmas Bakunase juga membuka posko DBD. Posko ini siaga selama 1x 24 jam.‎(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved