Berita NTT Terkini

Rasio Elektrifikasi Provinsi NTT Baru 62 Persen, Butuh Satu atau Dua Tahun Capai 100 Persen

Rasio elektrifikasi Provinsi NTT sampai tahun 2018 baru mencapai 62 persen. Untuk menuju 100 persen rasio elektrifikasi butuh satu atau dua tahun

Rasio Elektrifikasi Provinsi NTT Baru 62 Persen, Butuh Satu atau Dua Tahun Capai 100 Persen
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - PT. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT menargetkan sampai akhir 2019, seluruh desa di NTT berlistrik. Sementara rasio elektrifikasi Provinsi NTT sampai tahun 2018 baru mencapai 62 persen. Untuk menuju 100 persen rasio elektrifikasi butuh satu atau dua tahun lagi.

Hal itu disampaikan General Manager PT. PLN (Persero) UIW NTT, Ignatius Rendroyoko ketika ditemui usai acara Pisah Sambut GM UIW NTT di Hotel Aston Kupang, Senin (21/1/2019).

"Yang kita kejar seluruh desa berlistrik dulu. Nanti baru rumah tangga . Rumah tangga itu yang akan tentukan 100 persen elektirifikasi. Kalau merujuk pada komitmen presiden, tidak ada waktu untuk menunda-tunda menuju 100 persen karena ekualisasi hak rakyat untuk hidup dan untuk mendapatkan listrik bukan suatu kemustahilan lagi," kata Rendroyoko.

Belum Ada Regulasi, Biaya Angkut Barang Penumpang Kapal di Labuan Bajo Tergantung Negosiasi

Ia mengatakan, program pemerintah sekarang tidak bisa lagi berlama-lama. "Kalau dulu mungkin butuh waktu 10 tahun sampai 15 tahun. Pemerintah sekarang programnya langsung. Mungkin tahun ini kita tidak bisa penuhi rasio elektrifikasi 100 persen. Mungkin 80 persen dulu," demikian Rendroyoko.

14 Februari 2019 Agas Andreas dan Jaghur Stefanus Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Manggarai Timur

Namun Rendroyoko mengatakan, kecepatan menuju 100 persen rasio elektrifiksi juga perlu dukungan semua pihak terutama masyarakat.

Terkait daya beli masyarakat yang menjadi salah satu factor -pengganjal untuk mencapai target tersebut, Rendroyoko mengatakan, persoalan tersebut akan dibicarakan lagi dengan pemerintah apakah dengan Kementerian Sosial atau instansi lainnya.

Sementara program listrik desa yang dicanangkan pemerintah dalam upaya meningkatkan elektrifikasi di NTT, Rendroyoko mengungkapkan, dari 1.200 desa di NTT sudah 430 desa yang terlistriki. Sisanya, lanjut Rendroyoko akan dituntaskan tahun ini.

"Masih cukup banyak desa belum berlistrik karena geografis di NTT yang sangat menantang," katanya.

Dikatakan Rendroyoko, beberapa hal yang menjadi karakterisasi di NTT yaitu jaringan sudah masuk tapi masyarakat atau pelanggan tidak mampu membayar.

"Dari situ timbul opportunity dari pemerintah untuk memberikan listrik gratis. Memberikan kemudahan penyambungan jaringan listrik dengan harga yang lebih terjangkau. Itu peluang-peluang kita. Sudah dirintis oleh Pak Chris (Christyono, GM UIW NTT sebelumnya, red.), nanti saya tinggal lanjutkan.

Rendroyoko mengungkapkan, secara material pelaksanaan program Listrik Desa tidak masalah. Yang menjadi kendala hanya kecepatan melaksanakan program karena kondisi geografis yang cukup menantang.

"Saya tidak melihat kondisi geografis sebagai kendala. Asalkan pemerintah daerah mensuport kita dengan membangun infrastruktur, program itu akan cepat terlaksana," kata Rendroyoko. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved