Berita Kota Kupang
Bayi Dibuang di Tepi Sungai Nyenyak Tidur dalam Gendongan Polwan
Bayi berjenis kelamin laki-laki yang dibuang ibunya di tepi Sungai Oesapa tampak nyenyak digendongan anggota Polwan Polsek Kelapa Lima
Penulis: Ryan Nong | Editor: Bebet I Hidayat
"Saya takut kakak tahu, makanya saya simpan bayi di pinggir kali," ucapnya dengan nada suara lemah.
Melahirkan sendiri di kamar mandi
Menurut penuturan Yosni, bayi laki-laki itu ia lahirkan secara normal seorang diri di dalam kamar mandi rumahnya sekitar pukul 02.00 Wita.
Bayi itu lahir dengan berat 2,3 kg, karena takut ia pun menghabiskan waktu untuk duduk di dalam kamar mandi hingga pukul 04.00 Wita.
Setelah melihat kondisi rumah dan lingkungannya aman, Yosni kemudian meletakkan bayi mungil berjenis kelamin laki laki itu di pinggir kali yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Setelah meletakkan bayi itu, ia kemudian kembali ke rumah.
“Waktu saya melahirkan sendiri di kamar mandi, kaka dong sementara tidur,” katanya.
Tidak diketahui keluarga
Perempuan kelahiran Oenlasi, Amanatun Selatan, Kabupaten TTS itu diketahui tinggal bersama kakaknya. Ia mengaku kehamilan dan proses persalinannya tidak diketahui kakak dan keluarga.
Sang kekasih tidak bertanggungjawab
Usman Kase, yang menurut pengakuan Yosni adalah ayah biologis dari bayi yang ia buang telah meninggalkannya sejak dua bulan lalu tanpa kabar.
Hingga saat ini, ia tidak mengetahui keberadaan lelaki asal Kapan, Kabupaten TTS itu.
Ketika ditanya, ia mengaku ingin memelihara kembali bayi mungil yang telah ia buang. Namun, niatnya itu harus berbenturan dengan proses hukum yang kini tengah berjalan.
Saat ini, kasus ini tengah ditangani oleh pihak PPA Polres Kupang Kota. (Ryan Nong/Pos-Kupang.com)