Berita Kota Kupang
Bayi Dibuang di Tepi Sungai Nyenyak Tidur dalam Gendongan Polwan
Bayi berjenis kelamin laki-laki yang dibuang ibunya di tepi Sungai Oesapa tampak nyenyak digendongan anggota Polwan Polsek Kelapa Lima
Penulis: Ryan Nong | Editor: Bebet I Hidayat
"Waktu saya melahirkan sendiri di kamar mandi, kaka dong sementara tidur," katanya.
Ia mengaku, kehamilan dan proses persalinannya tidak diketahui oleh kakak dan keluarganya.
Perempuan kelahiran Oenlasi Amanatun Selatan, Kabupaten TTS yang tinggal bersama kakaknya itu mengaku telah ditinggalkan oleh pacarnya, yang merupakan ayah biologis bayi mungil itu sejak dua bulan lalu tanpa pemberitahuan.
Usman Kase, pacar yang disebut Yosni, pergi meninggalkan ia yang sedang berbadan dua tanpa pemberitahuan apapun. Hingga kini, ia pun tak tahu dimana rimbanya lelaki asal Kapan TTS itu.
Ketika ditanya, ia mengaku ingin memelihara kembali bayi mungil yang telah ia buang. Namun, niatnya itu harus berbenturan dengan proses hukum yang kini tengah berjalan.
Saat ini, kasus ini tengah ditangani oleh pihak PPA Polres Kupang Kota.
Berikut Fakta-fakta Penemuan Bayi di Sungai Oesapa:
Tangisan bayi di pinggir kali/sungai.
Sekitar pukul 08.00 Wita, warga mendengar tangisan bayi di sekitar kali Oesapa.
Warga kemudian menemukan bayi itu dalam keadaan dibungkus kain. Karena kondisi itu, warga kemudian membawa bayi tersebut ke Pustu Oesapa Barat, Kota Kupang untuk mendapatkan perawatan medis.
Warga pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kelapa Lima, Kota Kupang.
Polisi bergerak cepat
Berdasarkan laporan masyarakat, polisi pun mengamankan Yosni Snae (20) ibu dari bayi malang itu. Awalnya Yosni mengelak ketika ditanya terkait penemuan bayi di pinggir kali Oesapa. Namun ketika didesak tetangnnya Yosni pun mengaku jika bayi itu adalah bayi yang baru saja ia lahirkan beberapa jam lalu.
Takut ketahuan
Yosni yang ditemui di Mapolsek Kelapa Lima, kepada Pos-Kupang.com mengaku tega membuang bayinya karena takut kehamilan dan persalinannya diketahui oleh sang kakak.