Berita Nasional Terkini

Kepada Penerima PKH, Jokowi Contohkan Orangtuanya: Hidup Susah tapi Pendidikan Anak Nomor Satu

Kepada penerima bantuan PKH, Presiden Jokowi mencontohkan orangtuanya, walaupun hidup susah tapi pendidikan anak menjadi nomor satu.

Kepada Penerima PKH, Jokowi Contohkan Orangtuanya: Hidup Susah tapi Pendidikan Anak Nomor Satu
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Presiden Joko Widodo menyapa warga sekitar Tambora setelah meninjau kegiatan Pemodalan Nasional Madani alias PNM di Lapangan Bola Perisma, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/1/2019). 

Kepada penerima bantuan PKH, Presiden Jokowi mencontohkan orangtuanya, walaupun hidup susah tapi pendidikan anak menjadi nomor satu.

POS-KUPANG.COM | GARUT - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) memprioritaskan uang bantuan dari pemerintah untuk pendidikan dan gizi anak-anak mereka.

Jokowi pun mencontohkan kehidupannya saat ia masih kecil dulu. Jokowi mengaku pernah mengalami hidup susah semasa kecil saat tinggal di Solo, Jawa Tengah. Namun, orangtua Jokowi tetap berusaha agar anak-anaknya mendapat pendidikan.

"Saya dulu juga hidup di pinggir kali. Orangtua saya juga saat itu waktu kecil juga tidak mampu. Susah, sulit. Tapi tetap menomorsatukan sekolah anak entah dengan cara apa," kata Jokowi saat menghadiri penyaluran PKH di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019).

Bareskrim Polri Tangkap Umar Kholid Harahap Penyebar Hoaks Ijazah Palsu Jokowi, Ini Pengakuannya

Padahal, Jokowi menegaskan, saat itu orangtuanya tidak mendapatkan bantuan PKH atau sejenisnya seperti sekarang. Oleh karena itu, ia menilai bahwa dengan adanya bansos, saat ini seharusnya lebih mudah bagi orangtua tak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya.

"Sekarang beruntunglah ibu-ibu semua, ada yang namanya PKH. Jadi gunakan uang itu betul-betul tepat sasaran, bermanfaat," ujarnya.

Truk Tak Bisa Menanjak karena Kelebihan Beban, Satu Keluarga Tewas

Jokowi mengatakan, besaran uang PKH yang diperoleh keluarga Penerima Manfaat (KPM) berbeda-beda, mulai dari Rp 1,7 juta sampai Rp 3,6 juta.

Jumlah yang didapat disesuaikan dengan jumlah indeks yang ada dalam satu keluarga itu. "Memang beda-beda sekarang. Karena sekarang memakai indeks. Ibu hamil dapat Rp 2,4 juta, balita dapat Rp 2,4 juta. Yang sekolah SD Rp 900 ribu, SMP Rp 1,5 juta, dan seterusnya," kata dia.

Jokowi meminta kepada para penerima PKH agar menggunakan uang bantuan itu untuk kepentingan anak-anak mendapatkan akses pendidikan.

Menurut mantan wali kota Solo itu, anak-anak wajib memperoleh pendidikan yang baik. "Itu harus dinomorsatukan. Karena dengan itulah nanti anak-anak kita bisa melebihi kita. Pintar-pintar, cerdas-cerdas, sehat-sehat. Melebihi kita," kata dia.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved