Berita Kupang

Jeremias Aogust Pah, Sang Maestro Sasando, Berpulang

Pria kelahiran Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, 22 Oktober 1939 itu meninggal di umur 79 tahun

Jeremias Aogust Pah, Sang Maestro Sasando, Berpulang
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Jenazah Jeremias Aogust Pah disemayamkan di rumah duka, Jl Timor Raya Km 22 Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa (15/1/2019). 

Selain itu, sejak dulu sang ayah mengharapkan bantuan dari semua pihak termasuk pemerintah untuk mengembangkan usaha pelestarian dan pengembangan Sasando yang telah dirintis.

"Selain menunggu mereka kami juga terus berusaha untuk membangun dimana ada perubahan yang ada sedikit demi sedikit dari ide bapa. Yang dia hanya mau tempat ini semua ada. Jadi orang mau cari segala hal terkait Sasando semua ada di sini. Dia mau tempat ini jadi sentral pelestarian dan pengembangan Sasando," papar Djidron.

Hal senada disampaikan oleh anak kedelapan dari Almarhum Jeremias Aogust Pah, Marleni Pah. Ia mengungkapkan, sang ayah ingin memiliki satu roomshow sebagai tempat khusus memamerkan dan memperkenalkan Sasando dan kebudayaan NTT kepada publik.

Hal tersebut, kata Markeni, merupakan satu mimpi yang belum terwujud hingga sang ayah menutup usia.

"Untuk usahanya ini dia (almarhum Jeremias) pernah bercerita ingin memiliki roomshow supaya memang diakui bahwa tempat ini sebagai tempat khusus untuk melestarikan budaya," ujarnya.

"Supaya seperti tempat pelestarian nilai budaya lainnya dimana punya fasilitas dan bangunan. Bapa (almarhum Jeremias) punya mimpi ingin memiliki tempat usaha yang ditata lebih baik lagi Perhatian dari pemerintah maupun semua yang cinta terhadap Sasando," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengisahkan pesan sang ayah bagi generasi penerus untuk tidak hentinya menjadi aktor melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang ada di NTT.

"Bapa memberikan pesan bahwa NTT memiliki budaya yang sangat kaya, hanya saja ada niat tulus untuk mau melestarikan dan mengembangkan sehingga itu dikenal banyak orang, bukan saja dikenal untuk ramai tapi ada nilai yang berdaya saing, patut diperhitungkan serta mampu dipertontonkan di depan publik serta menghibur orang lain," paparnya.

Hal tersebut berdasarkan pengalaman sang ayah yang selama puluhan tahun memperkenalkan Sasando di dalam dan luar negeri.

"Pengalaman Bapa, eskipun kami terpencil di desa Oebelo. Tapi orang yang datang banyak dari luar negeri di tempat ini karena Sasando," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved