Berita Nasional
Selain Dosen Di Kupang, Berikut Deretan Dosen Di Indonesia Yang Pernah Kedapatan Selingkuh
Selain Dosen Di Kupang, Berikut Deretan Dosen Di Indonesia Yang Pernah Kedapatan Selingkuh.
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
Selain Dosen Di Kupang, Berikut Deretan Dosen Di Indonesia Yang Pernah Kedapatan Selingkuh.
POS-KUPANG.COM - Selain Dosen Di Kupang, Berikut Deretan Dosen Di Indonesia Yang Pernah Kedapatan Selingkuh.
Kasus dosen di Kupang kepergok selingkuh yang merupakan dosen salah satu perguruan tinggi di Kupang (Politani) kian meluas.
Dosen tersebut kedapatan selingkuh oleh sang istri dan juga anak lelakinya pada Rabu (9/1/2019).
Benda Ini Jadi Petunjuk Perselingkuhan Oknum Dosen di Kupang Dengan Mahasiswinya
Netizen Komentari Ulah Oknum Dosen dan Mahasiwi yang Kepergok Berduaan di Kamar Kos
6 Fakta Terbaru Oknum Dosen Selingkuh, Dosen PTN Di Kupang Hingga Dipergoki Sang Istri Dan Anak
Terduga selingkuhanya adalah mahasiswinya sendiri.
Saat tertangkap basah dosen tersebut berada di dalam kamar kost terduga selingkuhanya.
Perselingkuhan ini menjadi pembicaraan hangat di semua kalangan masyarakat Kupang dan juga Nusa Tenggara Timur.
Selain dosen di Kupang ini masih ada lagi beberapa dosen yang tertangkap sedang selingkuh dengan pria atau wanita lain yang bukan pasangannya.
Dilansir dari berbagai sumber berikut beberapa dosen di beberapa Universitas di Indonesia yang tertangkap basah sedang selingkuh:
1. Dosen Universitas Riau
Nama besar Universitas Riau (UR) kembali tercoreng oleh ulah dosennya sendiri.
Dilansir dari Kompas.Com, Setelah seorang dosennya, Gulat ME Manurung, ditetapkan tersangka suap oleh KPK, kali ini dua dosen lainnya yang bukan pasangan suami istri ketahuan berselingkuh.
Kedua dosen yang diduga selingkuh ini bertitel doktor (S3), berinisial AT dan RF.
Informasi dari Tribun Batam menyebutkan, aksi selingkuh ini terbongkar dari laporan Su, istri AT, yang mengalami kekerasan rumah tangga berupa penamparan dari suaminya.
Su mengaku ditampar sang doktor karena memergoki AT dan RF berduaan di rumah RF di Perum BRP Kelurahan Tuah Karya, Tampan, Minggu (5/10/2014).
Sudah hati disakiti karena dimadu suami, Su justru mengalami penganiyaan dari AT.
Berdasarkan laporan Su, suaminya sudah lebih satu tahun tak pulang ke rumah.
KH Maruf Amin: Kenapa Dibilang Anti Islam? Belum Apa-Apa Sudah Ngelindur. Mengiggau atau Apa
Setelah Kasus Prostitusi Online, Vanessa Angel Kini Dilaporkan Menipu Rp 20 Juta
Ia curiga, AT telah memadu kasih bersama rekan seprofesinya, yang tak lain diketahui juga merupakan dosen wanita di Universitas Riau.
Untuk memastikannya, Su melacak keberadaan AT.
Akhirnya, Su mengetahui keberadaan suaminya yang sering bertemu teman selingkuhannya di Perum BRP Kelurahan Tuah Karya, Tampan.
Tanpa pikir panjang, Minggu (5/10/2014), Su segera mendatangi alamat tersebut.
Alangkah terkejutnya Su ternyata suaminya berada di rumah RF (teman selingkuhan pelaku).
Namun, kedatangan Su itu tidak diterima oleh AT.
Sebaliknya, AT justru memarahi istrinya. AT langsung menampar Su di depan warga sekitar dan ketua RT.
Akibatnya, bibir Su berdarah.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/10/2014), membenarkan ada laporan KDRT itu.
"Laporannya masih dalam penyelidikan dan korban sudah dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim jajaran Polresta Pekanbaru," ujar Guntur.
2. Dosen Politeknik Negeri Maritim Indonesia
Seorang dosen Politeknik Negeri Maritim Indonesia (Polimarin) Semarang berinisial RBK dilaporkan ke polisi atas dugaan perselingkuhan dengan wanita lain yang diketahui masih bersuami.
Oknum dosen tersebut dilaporkan oleh SDH (31) warga Kabupaten Semarang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin.
SDH sendiri merupakan suami KD, wanita yang diselingkuhi oknum pengajar di perguruan tinggi negeri tersebut.
Ia menjelaskan perselingkuhan itu sendiri diduga terjadi selama kurun waktu Desember 2016 hingga 2017.
"Pertama kali tahu justru dari keterangan istri terlapor," katanya.
Penerapan Bagasi Berbayar Dapat Mempengaruhi Usaha Suvenir
Setahun Raup 2,8 Miliar. FaktaTerbaru Praktik Bisnis Layanan Esek-Esek di Kalangan Artis Idonesia
Digerebek Istri dan Anak, Begini Reaksi Dosen Bergelar Doktor dan Mahasiswi Tersebut
Menurut dia, istri terlapor pernah menangkap basah keduanya ketika sedang berada di lobi sebuah hotel di Semarang.
"Padahal saat itu suaminya beralasan ada tugas," katanya.
Informasi perselingkuhan itu sendiri, lanjut dia, kemudian ditanyakan kepada istrinya yang kemudian mengakuinya.
Ia menjelaskan istrinya dan terlapor merupakan teman sejak kuliah.
Menurut dia, istrinya bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang.
Persoalan ini, lanjut dia, pernah diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, kata dia, pihak terlapor tidak memiliki iktikad baik untuk menyelesaikannya.
"Terpaksa saya minta bantuan ke polisi, kasihan anak saya. Keluarga jadi tidak harmonis," kata ayah satu anak ini.
3. Dosen Universitas Palangkaraya
Apa jadinya kalau seorang tenaga pendidik melakukan hal tercela apalagi sampai melakukan aksi selingkuh hingga diduga kumpul kebo dengan seorang perempuan yang bukan istrinya yang sah.
Ia pun digerebek anak dan istrinya.
Duh, Ungkapan Rindunya Bikin Hati Haru. Dia Cemburu pada Orang yang Setiap Hari Melihat Zumi Zola
Bersama Mantan Mucikari Kelas Atas.Hotman Paris: Berapa Artis Jakarta yang Sempat Kau Perdagangkan?
Ternyata Kondom Menjadi Bekal Pasukan Elit TNI AL. Begini Alasannya
Beginilah yang terjadi pada dosen yang mengajar di Univesitas Palangkaraya (Unpar).
Pria yang diketahui bernama Tampung N Saman, M.Lib (55), ini tidak layak ditiru para mahasiswanya.
Tindakannya kali ini tidak bisa ditolerir.
Dosen ini ternyata memiliki wanita idaman lain (WIL), Marieti alias Ayang (40).
Terbukti, karena sudah merasa tidak tahan lagi, pada Senin (8/08) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, perselingkuhan tersebut terbongkar.
Adalah isteri sahnya, SU, 45, dan anak kandungnya, EM, 23, menggerebek Tampung dan Merieti di sebuah rumah di Jalan Rajawali 6 No 36 Palangka Raya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, bersama pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangkaraya ikut turun mengamankan situasi yang mulai memanas tersebut.
Keduanya pun diamankan untuk dimintai keterangan sekaligus menjaga halâhal yang tidak diinginkan.
Didalam rumah terdengar suara ketegangan hingga membuat gaduh isi rumah itu.
Diduga Marieti melakukan percobaan bunuh diri di dapur dengan meminum pembersih kamar mandi jenis Wipol.
Usai menenggak Wipol, Marieti merasa kepanasan di tenggorokan hingga mengalami keracunan namun sempat meminta tolong dengan aksinya tersebut.
Pihak Sat Pol PP langsung bergerak cepat dan melakukan pertolongan kemudian membawa korban ke dalam kamar.
Diduga karena merasa malu, Marieti kembali berupaya melakukan bunuh diri dengan memegang sebuah silet dan berusaha memotong urat nadi pergelangan tangan sebelah kirinya.
Aksi pertolongan pun kembali terjadi dengan mendobrak pintu kamar kemudian silet yang ada di tangan Marieti langsung direbut.
Usai terlihat tenang, kemudian Marieti dan Tampung Saman yang merupakan dosen bahasa Inggris di kampus ternama tersebut dengan status pegawai negeri aktif ini membuat pernyataan dengan dibubuhi materai untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Namun, apabila dikemudian hari kembali melakukan hal serupa keduanya siap ditindak secara hukum.
Kepada wartawan, Kepala Seksi Pengawasan Satpol PP Kota Palangka Raya, Reanson Gantar menjelaskan keduanya mengaku berselingkuh dan telah disepakati membuat surat pernyataan untuk tidak berhubungan dan mengulangi perbuatannya lagi.
Tidak mengaulangi perbuatan mereka berselingkuh dan jika mengulangi maka siap bertanggung jawab secara hukum adat dan hukum yang berlaku di negara ini,â ungkapnya.

Reanson menegaskan kalau perempuan bernama Marieti sempat mengalami stres dan terpukul karena diminta untuk tidak berhubungan dengan sang pujaan hatinya tersebut.
Sempat kita pegang (tangan Marieti) sehingga tidak terjadi upaya bunuh diri, tegasnya.
Ketika ingin dikonfirmasi kepada Tampung N Saman dan Marieti, keduanya tidak bersedia memberikan komentar termasuk juga dengan pihak isteri dan anaknya Tampung N Saman.
4. Dosen OS
Seorang dosen perempuan berinisial OS, 40, kepergok berdua di kamar hotel dengan mantan pejabat Pemprov Sumbar, Senin (9/7). Dari hasil introgasi, OS mengaku melakukannya karena sang suami memiliki kelainan seks alias hiperseks.
Kepada penyidik Dinas Pol PP Sumbar, OS mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar di atas ranjang dari sang suami. Saat berhubungan suami istri, tak jarang OS mendapat pukulan. Sehingga, setiap kali suaminya minta dilayani, OS mengaku ketakutan.
"Pengakuannya begitu. Suaminya hiperseks," kata Kepala Dinas Pol PP dab Damkar Sumbar, Zul Aliman.
OS sendiri, lanjut Zul Aliman, telah memiliki dua orang anak. Seorang duduk di bangku SD dan satunya lagi di SMP. Saat ngamar dengan AE, diketahui suaminya tengah di Pasaman. "Dia takut ketemu suaminya dan mohon-mohon agar tidak diberitahu," terang Zul Aliman.
Meski demikian, terang Zul Aliman, pihaknya tetap memproses kasus tersebut sesuai tupoksi Saptol PP sebagai pasukan penegak Perda yang diatur UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 255. Ketiganya juga sudah membuat surat perjanjian.

"Pokoknya suami atau pihak keluarganya datang untuk menjemput dan menyelesaikan kasus ini," tegas Zul Aliman.
Akhirnya, sekitar pukul 22.30 Wib Senin malam (9/7), suami OS datang ke kantor Dinas Pol PP Sumbar. "Begitu tau suaminya datang, OS ini kejang-kejang. Nah, saya perintah anak buah untuk bawa dia ke rumah sakit. Eh, dia sadar lagi," beber Zul.
Saat diperiksa, suami OS justru membantah tudingan hiperseks yang diungkapnya istrinya kepada petugas. Menurutnya, ungkapan tersebut hanya alasan agar suaminya tidak diberitahu.
"Kata suaminya, hubungan mereka harmonis dan baik-baik. Baru-baru ini, suaminya juga mentransfer uang kebutuhan istri dan anak-anak," beber Zul menirukan pengakuan suami OS.
Lama berunding, akhirnya suami OS memutuskan pulang sekitar pukul 04.00 Wib dini hari Selasa (10/7). Sedangkan oknum dosen, meninggalkan kantor Pol PP Sumbar sekitar pukul 06.30 Wib pagi Selasa dan diantar petugas untuk menaiki bus menuju kampungnya di Padang Panjang.
Sementara, oknum ASN Pemprov Sumbar, AE dan istrinya, lebih dahulu meninggalkan kantor Pol PP Sumbar.
Mereka juga pulang sendiri-sendiri.
Kini, nasi telah menjadi bubur.
Persoalan keluarga diserahkan sepenuhnya pada pihak bersangkutan.
Sedangkan soal sanksi yang akan diberikan kepada oknum AE yang memang ASN Pemprov Sumbar masih terus diproses.
5. Dosen Politani Kupang
Masyarakat Kota Kupang dihebohkan dengan kabar perselingkuhan antara seorang dosen dan mahasiswi.
Oknum dosen salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Kupang ini tertangkap basah ES, istri dan anaknya saat sedang bersama mahasiswinya di sebuah kos-kosan di kawasan Jalan Soverdi, Kelurahan Oebufu pada Rabu (8/1/2019) sore.
Usai digerebek, oknum dosen yang berinisial LL ini pun dilaporkan istri dan anaknya ke SPKT Polres Kupang Kota.
Seperti apa kronologi penggerebekan dosen bergelar doktor bersama mahasiswi tersebut? Berikut uraiannya.
Menurut penuturan Eren, anak LL, ia sudah menaruh curiga kepada ayahnya karena belakangan ini LL sering pulang malam.
Ia bertambah curiga saat ia meminta sepeda motor kepada ayahnya untuk digunakan.
Sang ayah tak bisa memberikan karena sepeda motor tersebut sedang disewakan pada rekan kerjanya.
VIDEO: Detik-detik Dosen di Kupang Kepergok Selingkuh Oleh Sang Istri di Kamar Kost Mahasiswinya
Modus Selingkuh Oknum Dosen, Sepeda Motor Disewa ke Rekan Kerja, Ternyata Dipakai Mahasiswinya
Dosen UKAW Kupang Dr. Mesakh Dethan Minta Gereja Jangan Anti Politik
Eren pun akhirnya mencari tahu.
Ia lantas mendapat informasi dari temannya jika sepeda motor tersebut sering digunakan salah seorang perempuan yang merupakan mahasiswi ayahnya.
Ketika sedang melintas di kawasan Jalan Souverdi, Eren bersama ibunya melihat sepeda motor tersebut terparkir di halaman kost.
Keduanya pun langsung masuk dan mencari tahu.
"Ketika itu kami lagi lewat di Jalan Souverdi. Kami lihat sepeda motor milik bapak ada terparkir di halaman kost.
Jadi kami langsung masuk dan mendapati bapak ada di dalam kamar bersama mahasiswi itu," ujar Eren.
Saat memergoki ayahnya bersama mahasiswi yang diduga sebagai perempuan idaman lain ayahnya, suasana sempat tegang.
Perempuan tersebut malah menantang sang dosen untuk memilih antara dirinya atau sang istri yang berada di tempat itu.

Dari video yang beredar, ES sempat mengeluarkan amarahnya kepada mahasiswi tersebut.
Dengan gaya cuek, mahasiswi tampak tak mendengar ocehan ES bahkan ia sempat mengeluarkan kata-kata tak senonoh saat akan difoto.
Menggenakan celana pendek, mahasiswa yang diketahui berinisial EO itu malah sibuk bermain handphone miliknya di atas kasurnya.
Usai memergoki sang ayah, sekitar pukul 19.00 WITA, Eren dan ibunya bergegas menuju SPKT Polres Kupang Kota untuk membuat laporan polisi.
Eren ditemani beberapa temannya saat melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kupang Kota. (*)