Berita Pilpres 2019

Prabowo Bertemu SBY, Minta Ahli Ekonomi Partai Demokrat Jadi Tim Pakar Prabowo-Sandi

Prabowo tiba di kediaman SBY sekitar pukul 15.00 WIB. Ia tampak mengenakan batik dan celana bahan berwarna cokelat tua.

Editor: Agustinus Sape
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018) petang. 

Pasangan capres-cawapres nomor urut 02Prabowo-Sandiaga Uno menjanjikan terciptanya iklim usaha yang lebih berkeadilan bagi masyarakat bila terpilih di Pilpres 2019 mendatang.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika mengatakan, Prabowo-Sandiaga tak ingin dunia usaha di Indonesia hanya dikuasai oleh 9 pengusaha besar yang dikenal dengan sebutan 9 naga.

"Kalau nanti Prabowo dan Sandi menang, itu 9 itu jadi 90 naga," ujarnya dalam acara seminar KPPU di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Harryadin mengatakan, dominasi 9 naga dalam dunia usaha sudah terjadi sejak dulu. Namun hingga hari ini, sampai era kepemimpinan Presiden Jokowi, para pengusaha itu masih eksis.

Padahal, kata dia, dalam perspektif persaingan usaha, 9 naga ini berbahaya karena kalau 9 itu masih bisa oligopoli. Jadi masih bisa mengatur harga, jadi kartel.

Oleh karena itu, ucapnya, Prabowo-Sandiaga Uno ingin agar para pengusaha lain juga tumbuh dan berkembang sehingga tercipta iklim investasi yang lebih sehat.

"Ini adalah pendekatan yang mungkin akan lebih beda dari pemerintah saat ini. Kalau 9 itu bisa mengatur-ngatur, kalau 90 itu bagus sekali," kata dia.

Untuk menciptakan 90 naga itu, Prabowo-Sandiaga sudah memiliki strategi. Di antaranya memperkuat KPPU dengan kewenangan penyidikan.

Selain itu, Prabowo-Sandiaga juga menjanjikan membuat iklim persaingan usaha menciptakan kesejahteraan rakyat dengan daya beli yang meningkat dan harga yang terjangkau. Kedua adalah peningkatan lapangan pekerjaan.

"Ini penting karena sekarang lapangan usaha banyak sekali akuisisi merger yang mengorbankan pekerja. Ini akan menjadi fokus 5 tahun ke depan," kata dia. 

(kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved