Berita Headline Pos Kupang

Putra-Putri NTT ini Ukir Prestasi Mengagumkan, Marion Jola, Felix K Nesi Hingga Dicky Senda

Putra-Putri NTT Ukir Prestasi Mengagumkan, Marion Jola, Felix K Nesi Hingga Dicky Senda

Putra-Putri NTT ini Ukir Prestasi Mengagumkan, Marion Jola, Felix K Nesi Hingga Dicky Senda
POS-KUPANG.COM
Putra-Putri NTT ini Ukir Prestasi Mengagumkan, Marion Jola, Felix K Nesi Hingga Dicky Senda 

Abdur saat ini sedang sibuk dalam dunia entertainment. Sebelum mencapai titik ini, dia terus giat berlatih stand up comedi."Saya lulusan SMA Negeri 1 Kupang. Tahun 2006, saya merantau melanjutkan sekolah di Malang," katanya.

Tahun 2012, kata Abdur, dia melanjutkan pendidikan Strata 2 dan bergabung di Stand Up Comedi Indo Malang.

"Saya stand up di situ. Tahun 2014, saya lolos audisi di Stand Up Comedi Indonesia sesi 4. Saya lolos dan ikuti kompetisi selama enam bulan. Saya juara 2. Sejak itulah, saya mulai kerja di dunia entertainment," kisahnya. 

Putra dari pasangan Arsyad Mahrun dan Tien Bapa Utan itu mengisahkan, dia melakukan latihan open mike semingu sekali. 

"Kadang dua minggu sekali. Saya menyicil materi dan saya tulis," katanya. Materi-materi yang dibawakan Abdur adalah fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita. 

"Inspirasinya dari banyak hal. Paling dominan adalah kehidupan sehari-hari. Selain itu juga situasi kampus, dan lingkungan nasional yang kita tahu dari TV," jelasnya. 

Putra Flobamora yang mencetak prestasi dunia adalah Manuel Alberto Maia atau akrab disapa Abe.

Abe mengatakan  antara ketertinggalan dan prestasi hanyalah soal kesempatan. Orang NTT hanya butuh menciptakan kesempatan itu. 

Baginya, semua orang punya peluang yang sama untuk menjadi apapun. Kemiskinan, keterbelakagan, dan semua yang buruk yang identik dengan NTT hanya bisa diubah dengan berkarya.

"Ketika katong (kita) berkarya, katong bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan orang lain," katanya, Sabtu (15/12/2018). 

Tahun 2016 -2017, Film Nokas karya Abe  masuk Nominasi Piala Citra untuk dokumenter panjang terbaik Festival Film Indonesia,

Special Mention Festival Film Dokumenter 2016, Film Panjang Terbaik pada Freedom Film Festival di Malaysia, Film Panjang Dokumenter terbaik pada Balinale International Film Festival 2017,

Film Panjang Pilihan Juri pada Salamindanao Asian Film Festival di Filipina, Kompetisi pada Yamagata International Film Festival 2017.

Pada tahun 2017, Film Nokas diputar di beberapa negara di Eropa seperti Belgia, Bulgaria, Kazakstan, hingga Irak Tahun 2018, Film Siko masuk nominasi Film pendek terbaik Festival Film Indonesia 2018.

Dicky Senda dan rekannya dari Indonesia
Dicky Senda dan rekannya dari Indonesia (ISTIMEWA)

Gudang Pemikir dan Seniman

Sastrawan muda, Dicky Senda melukiskan NTT sebagai gudang pemikir, seniman dan budayawan.  Sebagai generasi muda, dia senang sekali melihat regenerasi pemikir, seniman dan budayawan itu bertumbuh dengan baik.  

Dicky melihat saat ini akses dan kesempatan lebih terbuka. Lewat media sosial misalnya, orang muda NTT mendapat ruang dan kesempatan belajar tanpa batas, memperkenalkan dirinya dan berjejaring dengan penulis dan seniman luar. 

Walau demikian, kata Dicky, proses yang semakin mudah harus dibuktikan juga dengan konsistensi, keberpihakan dan identitas yang kuat.

Artinya, persaingan itu akan selalu ada dan ketat. Belajar dari generasi sebelumnya itu perlu, tapi membentuk sendiri identitas kita sebagai seniman juga tidak kalah penting. 

Menurut Dicky, NTT terlalu luas dan kaya. Menasional atau berjejaring ke luar itu perlu, tapi tidak kalah pentingnya  masuk ke akar kita sendiri. 

"Dikenal, dibaca, diapresiasi di kampung halaman sendiri. Artinya seniman atau penulis NTT juga dituntut untuk punya keberpihakan pada daerah yang ia wakili. Tulisan, misalnya, bisa jadi adalah alat untuk menyuarakan hal yang mungkin tidak pernah disuarakan. Jadi harapan saya kesempatan seperti ini, ketika sudah diberi panggung, hendaknya dipakai oleh para seniman muda NTT untuk bersuara," kata Dicky Senda, Sabtu (15/12/2018).

Mezra Pellandou kecewa karena di satu sisi ingin NTT dilirik oleh daerah lain. Tapi di sisi lain, orang NTT tidak menghargai  dirinya sendiri.

Halaman
1234
Penulis: PosKupang
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved