Berita Kabupaten TTU

Begini Cara Perhitungan Menentukan CPNS Lulus SKB ! Simak Penjelasannya!

jika peserta menjawab dengan benar pada semua soal yang diberikan oleh panitia, maka peserta itu akan memperoleh total nilai sebanyak 500.

Begini Cara Perhitungan Menentukan CPNS Lulus SKB ! Simak Penjelasannya!
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Fransiskus Tilis 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Kepala Bapekdiklat Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan pada Bapekdiklat TTU Apalonia Fernandez, S.E mengatakan, perhitungan untuk menentukan peserta CPNS yang lulus SKB berbeda dengan perhitungan kelulusan SKD.

Apolonia menambahkan, para peserta CPNS yang mengikuti SKB diberikan 100 soal, dimana jika peserta mengerjakan benar maka akan memperoleh nilai lima dan jika menjawab salah akan memperoleh nilai nol.

Hari Nusantara 2018! Meningkatkan Kerja Sama Pengelolaan Wilayah Laut dan Wilayah Perbatasan

PDAM Kabupaten Belum Suplay Air untuk Pemkot Kupang

Sehingga, tambah Apolonia, jika peserta menjawab dengan benar pada semua soal yang diberikan oleh panitia, maka peserta itu akan memperoleh total nilai sebanyak 500. Namun jika ada yang salah akan disesuaikan dengan banyaknya kesalahan tersebut.

Dijelaskan Apolonia, jika pada pelaksanaan SKD, penentuannya menggunakan nilai passing grade, maka penentuan para peserta CPNS yang lulus SKD sebagai menggunakan perhitungan yang berbeda.

"Jadi dari jumlah yang mereka peroleh itu di kali dengan 60 persen, nanti ditambahkan dengan total SKD, dikali 40 persen. Hasilnya berapa itu yang nantinya diurutkan atau direngking. Jadi yang nilainya tertinggi itu yang nantinya akan lulus," jelasnya.

Apolonia menambahkan, perhitungan mengenai siapa peserta CPNS yang akan lulus SKB dilakukan oleh panitia seleksi nasional (panselnas) menggunakan sistem pada aplikasi SCCN.

"Karena hasil dari pelaksanaan SKB kemarin, tim dari Kanreg langsung scan dan kirim ke sana. Jadi kami tetap menunggu hasil dari sana. Tetapi kami disini tetap melakukan perhitungan untuk mencocokan data nantinya," kata Apolonia.

Terkait dengan pelaksanaan SKB, kata Apolonia, tidak dapat mengisi semua formasi yang ada. Hal itu karena ada beberapa formasi yang sebelumnya memang tidak ada pelamar seperti pada formasi kesehatan.

"Ada juga guru yang tidak ada formasi. Tapi untuk guru memang ada kebijakan dari pemerintah pusat sesuai dengan permenpan, bahwa bisa diambil dari lokasi lain," jelasnya.(*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved