Berita NTT Terkini
Gubernur NTT Janjikan Jual Babi Berkolesterol Rendah ke Singapura
Gubernur sendiri yang janjikan. Gubernur katakan, coba bikin makanan babi dari daun kelor. Jika hasilnya babi berkolesterol rendah, akan saya jual ke
Penulis: Lamawuran | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, berjanji menjual babi berkolesterol rendah produk dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang ke Singapura.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS kepada wartawan dalam sela acara Seminar Nasionalis tentang Revolusi Industri 4.0 di Hotel Neo by Aston, Kota Kupang, Rabu (5/12/2018).
Seminar itu digelar oleh Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk mempublikasikan karya-karya penelitian tentang inovasi dan kreativitas dalam bidang pertanian.
"Gubernur sendiri yang janjikan. Gubernur katakan, coba bikin makanan babi dari daun kelor. Jika hasilnya babi berkolesterol rendah, akan saya jual ke Singapura," kata Thomas.
• Di PLBN Wini! Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Gagalkan Penyeludupan Mobil Ilegal
Thomas menjelaskan, pihaknya mendapatkan tantangan dari Gubernur Viktor, tak hanya soal produk babi berkolesterol rendah.
"Waktu itu, Gubernur Viktor sudah terpilih tapi belum dilantik. Beliau langsung hubungi kami. Karena ada model kebun yang kami kembangkan di Oesao," kisah Thomas.
Setelah bersepakat, cerita Thomas, bersama gubernur mereka berangkat ke lokasi kebun tersebut.
"Dia lihat lokasi itu. Baik peternakan, kebun rumput, ada juga hewan, dan tanaman sayuran. Dia lihat ada inovasi dalam bagaimana cara distribusi air. Karena kami terapkan sistem probasa," jelasnya.
Thomas mengatakan, dalam penerapan teknologi pertanian, curah hujan yang rendah di NTT ini bisa ditanggulangi.
"Kita buat embung kecil. Dengan sistem probasa, lahan yang luas, bisa kita airi, dengan menggunakan teknologi," katanya.
Dia menjelaskan, ini berkaitan dengan revolusi industri 4.0 yang menjadi tema utama dari Seminar Nasionalis hari ini.
Dengan sistem yang diterapkan, pengairan lahan seluas 1500 meter persegi dikelolah hanya oleh dua petugas. (*)