Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Dua Ekor Babi Hilang, Staf Bagian Umum Setda Nagekeo Ini Hanya Pasrah, Begini Kisahnya

Ranus Nuwa (50) warga dari Kampung Wolomeze Pisa, Kelurahan Dawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo kehilangan 2 ekor babinya.

Dua Ekor Babi Hilang, Staf Bagian Umum Setda Nagekeo Ini Hanya Pasrah, Begini Kisahnya
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Warga Kampung Wolomeze Pisa Mbay, Ranus Nuwa (50). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ranus Nuwa (50) warga dari Kampung Wolomeze Pisa, Kelurahan Dawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo mengalami kejadian yang tidak pernah disangka.

Dua ekor babi miliknya hilang yang diduga dicuri orang tak dikenal, Kamis (22/11/2018) malam.

Staf di Bagian Umum Setda Nagekeo ini hanya bisa pasrah atas musibah yang dialami keluarganya.

Usaha untuk menghidupkan keluarga dengan memelihara ternak babi rupanya tidak membuahkan hasil. Bertahun-tahun memilihara babi kejadian serupa ulang terjadi.

Baca: Polsek Aesesa Gelar Operasi Rutin, Puluhan Kendaraan Bermotor Terjaring

Padahal dua ekor babinya diikat tidak jauh dari rumahnya. Kini ia hanya bisa pasrah dan berharap dua ekor babinya kembali ke rumahnya.

Ranus mengatakan dirinya tidak pernah menyangka babi milik keluarganya hilang entah kemana. Dua ekor babinya itu sudah sangat jinak.

Baca: STKIP Citra Bakti Ngada Ajak Guru-guru Menulis dan Publikasikan Karya Ilmiah

Dirinya tidak pernah menyangka bahwa dua ekor babinya itu hilang entah siapa yang ambil.

"Dua ekor babi itu sudah besar semua. Padahal diikat dekat rumah. Jarak dari rumah itu hanya sekitar 10 meter saja. Jumlah semuanya ada 5 ekor. Saat ini tinggal 3 ekor saja," ungkap Ranus, saat ditemui POS-KUPANG.COM, di Mapolsek Aesesa Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (24/11/2018).

Ranus mengungkapkan, Rabu (21/11/2018) sore dirinya bersama sang istri memberi makan semua babi. Kamis (22/11/2018) pagi dirinya mendapat kabar dari sang istri bahwa dua ekor babi dirumah sudah hilang.

Ia mengaku terkejut ketika mendapatkan informasi dari istrinya bahwa babi dirumahnya hilang.

Ia mengatakan padahal mencari pakan untuk hewan susah sekali dan butuh pengorbanan untuk bisa memelihara ternak.

Usaha dan kerja dari Ranus rupanya sia-sia. Tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Ia harus kehilangan hewan peliharaannya itu.

"Saya kaget. Padahal Rabu (21/11/2018) sore, saya dan istri masih kasi makan babi semua. Saya iris kangkung, campur dedak kasi makan. Saya ingatkan istri saya saat itu supaya Kamis (22/11/2018) pagi jangan lupa kasi makan lagi. Kamis (22/11/2018) pagi sekitar jam 09.00 Wita istri saya telfon saya dan menangis kasi tau babi dua ekor hilang. Setelah itu saya pulang ke rumah di Pisa. Lihat begini dua ekor babi sudah tidak ada. Dua ekor itu sudah besar semua dan peranakan babi batam," ujar Ranus.

Ranus mengaku selama ini, jika babinya tali ikatnya terlepas, babi peliharaannya itu tidak lari jauh dari rumah. Beberapa ekor babi itu mencari makan disekitar rumah saja.

"Mungkin Kamis (22/11/2018) malam itu hilang orang curi. Selama ini kalau tali putus pasti babi itu cari makan di dapur. Tidak pernah lari jauh dari rumah. Tali yang ikat itu tali nilon," ujarnya.

Ia mengaku dirinya dan keluarga tidak menginginkan hal itu terjadi. Ia dan keluarga sudah bersusah payah untuk memilihara hewan ternak. Mencari pakan dan menjaga ternak sangat susah, namun orang yang tak bertanggungjawab seenaknya saja mencuri.

"Kita sudah susah pelihara orang datang curi. Bikin tambah susah saja. Tadi sudah lapor kepada polisi. Kita ini capeh sekali pelihara babi terus hilang begitu saja," ujar Ranus.

Ia dan keluarga belum bisa merelakan dua ekor babinya hilang. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved