Berita Ekonomi Bisnis

Hebat, Koperasi Swasti Sari Naik Status Jadi Tingkat Nasional

Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari naik tingkat dari Kopdit Primer Provinsi menjadi Kopdit Primer Nasional sejak 12 November 2018.

Hebat, Koperasi Swasti Sari Naik Status Jadi Tingkat Nasional
ISTIMEWA/KOPDIT SWASTI SARI
SK MENTERI--Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT, Kosmas Lana, dan GM Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, menunjukkan SK Menteri Koperasi dan UKM tentang penetapan Kopdit Swasti Sari menjadi Koperasi Primer Nasional di ruang kerja Kadis Koperasi, Kamis (15/11/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Menteri Koperasi dan UKM mengeluarkan keputusan RI Nomor 000334/PAD/Dep.1/XI/ 2018 tanggal 12 November 2018 bahwa Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari naik status dari Kopdit Primer Provinsi menjadi Kopdit Primer Nasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Kosmas Lana, saat menerima General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, di ruang kerjanya, Kamis (15/11/2018) mengatakan, Kopdit Swasti Sari merupakan kopdit ketiga di NTT yang menjadi kopdit primer nasional. Sebelumnya Kopdit Pintu Air dan TLM.

"Dengan keputusan itu, ruang lingkup usaha Kopdit Swasti Sari yang sebelumnya lintas kabupaten dan kota menjadi lintas provinsi," tambahnya.

Kosmas menyatakan, dalam peralihan status itu tidak ada kendala karena manajemen Kopdit Swasti Sari memenuhi semua persyaratan. Salah satunya, perubahan Anggaran Dasar (AD).

Baca: Wajib Tahu! 6 Kebiasaan Makan Makanan yang Merusak Ginjal

Baca: Geopark di Ende Danau Kelimutu Menjadi Intinya

Mengenai perkembangan Kopdit Swasti Sari, Kosmas menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir Kopdit Swasti Sari sangat sehat.

"Laporan keuangan, pengurus dan manajemennya. Saya berharap dalam waktu tidak lama segera launching kantor cabang di Denpasar, Bali yang menurut rencana dihadiri Menteri Koperasi dan UKM. Saya berharap Kopdit Swasti Sari bisa lebih berkembang di Bali," kata Kosmas.

Seluruh pengurus yang bertugas di Bali, lanjut Kosmas, harus menunjukkan identitas NTT untuk membantu promosi budaya NTT.

Baca: Ini Sosok Aldo Longa Putra Bajawa Ngada NTT Yang Sukses Jadi Rebutan Para Coach The Voice Indonesia

Baca: 7 Fakta Mengejutkan Adolf Hitler Yang Jarang Diketahui, Tak Bakat Pidato Hingga Kentut Sembarangan

"Pakai motif tenunan NTT sehingga NTT bisa dikenal luas," pesan Kosmas.

General Manager (GM) Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan mengatakan, salah satu syarat untuk menjadi kopdit nasional adalah amandemen anggaran dasar.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved