Nilai Tes Peserta CPNS Anjlok, Ini yang Akan Dilakukan Wagub NTT Josef Nae Soi

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi mengatakan, hasil seleksi CPNS menjadi perhatian Pemprov NTT

Nilai Tes Peserta CPNS Anjlok, Ini yang Akan Dilakukan Wagub NTT Josef Nae Soi
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Para peserta ujian SKD CPNS di Nagekeo berada di tenda sebelum masuk ke dalam ruangan ujian di SMKN I Aesesa Kabupaten Nagekeo, Senin (5/11/2018). 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE -Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan konsultasi ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menyusul hasil tes CPNS anjlok. Umumnya peserta CPNS tidak lulus karena nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tidak mencapai standar atau passing grade yang ditetapkan.

Tes SKD dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) meliputi tiga kategori, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Passing grade TWK ditetapkan 75, sedangkan TIU 80 dan TKP dengan standar nilai 143. Kebanyakan peserta CPNS di NTT nilainya anjlok  pada kategori TWK dan TIU.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi mengatakan, hasil seleksi CPNS menjadi perhatian Pemprov NTT.

Baca: Live Streaming Liga Champions MU vs Juventus dan Barcelona vs Inter Milan Malam Ini

Baca: Simak Ramalan Zodiak Rabu, 7 November 2018: Libra Lagi Galau & Aquarius Bakal Sibuk

Baca: Jadi Drama Korea Pertama yang Tayang di Youtube, Ini 4 Fakta Drakor Top Management

"Kami harus lihat dulu apakah soal ujian yang tidak sesuai dengan standar TWK dan TIU atau tidak? Bisa juga TWK dibuat terlalu sulit, sedangkan TIU sudah standar dibikin di Jerman. Test kepribadian tidak menjadi soal bagi anak-anak NTT," ujar Josef Nae Soi kepada wartawan seusai membuka Pelatihan Peningkatan Pendamping Lokal Desa Rayon V di Hotel Sylvia Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (5/11/2018).

"Soal yang diuji saat ini mungkin tergolong berat bagi peserta saat ini. Tetapi bagus menguji kemampuan mereka," tambahnya.

Josef mengatakan akan melakukan konsultasi ke Menpan-RB. "Saya akan tanya kepada Menpan-RB. Peserta yang tidak lulus terlalu banyak orang. Mungkin kita minta diskresi, tapi kita jalan dulu," ujar Josef.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, Mulu Blasius mengatakan, banyaknya peserta tes SKD tidak lulus tentu dipengaruhi faktor pribadi. "Waktu yang diberikan itu standar secara nasional, begitu juga dengan penetapan passing grade," kata Blasius.

Mengenai hasil tes secara keseluruhan, Blasius mengatakan, panitia dari BKN dan BKD masih melakukan perekapan. "Untuk hasil terakhir,kita masih rekap," kata Blasius.

Di Kabupaten Malaka, tes CPNS sudah diikuti 1.000 peserta. Namun hanya dua peserta yang sudah lulus passing grade.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Malaka, Veronika Flora Fahik mengatakan, peserta CPNS kurang belajar sehingga tidak mampu mengerjakan semua soal dengan baik dan benar. "Keputusan terakhirnya kami belum tahu. Kami menunggu keputusan lebih lanjut," ujar Flora.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved