Berita Kabupaten Sumba Timur

Kapolres Sumba Timur Minta Jangan Mudah Terprovokasi Dari Isu Yang Tidak Jelas Sumbernya

satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai cita-cita dan tujuan bersam

Kapolres Sumba Timur Minta Jangan Mudah Terprovokasi Dari Isu Yang Tidak Jelas Sumbernya
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Kapolres Sumba Timur AKBP. Victor M.T.Silalahi sedang memberikan materi. 

 Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Nasionalisme sebelum era kemerdekaan masih menggunakan cara mengangkat senjata untuk memperjuangkan kemerdekan dan era setelah kemerdekaan warga negara mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan nasional yakni Pembukaan UUD 1945.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Sumba Timur AKBP Victor M. T. Silalahi, SH, MH saat menjadi narasumber dalam Seminar Kebangsaan yang diselengarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Waingapu di Aula Kantor Desa Tanatuku,  Minggu (4/11/18) melalui Humas Polres Sumba Timur, Selasa (6/11/2018).

Victor mengatakan nasionalisme merupakan paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas  untuk sekelompok manusia yang mempunyai cita-cita dan tujuan bersama dalam mewujudkan tujuan nasional.

Baca: Kemenlu Jerman Pilih SMAK Frater Maumere jadi Sekolah Masa Depan

Baca: Ulah Bule Ambil Uang di ATM, Dua Pemuda Ini Alami Nasib Tak Diduga

Baca: Lapangan Pemuda Matawai tak Bisa Bangun Stadion, Ini Alasanya!

Baca: Kades se-Malaka Tengah Kaji Banding di Desa Kohod, Tangerang

Baca: Bank NTT dan BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama Lindungi TK Non Formal

Baca: Honorer Ende Berharap Adanya Dukungan Dari Anggota Dewan

Menurut Victor menumbuhkan jiwa nasionalisme demi kemajuan bangsa, itu melalui pendidikan karakter, pendidikan politik, sikap mental kesetiakawanan sosial dan partisipasi aktif dalam pembangunan.

Selain nasionalisme, Victor juga menjelaskan tentang kemajuan teknologi saat ini yang sengaja dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu Hoax.

Masih menurutnya, tingginya penggunaan media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan berita bohong atau Hoax, SARA, Hate Speech maupun pencemaran nama baik. Jangan mudah terprofokasi dengan adanya isu-isu yang belum jelas dari mana sumbernya.

"bangsa kita ada bangsa yang satu dan bangsa yang kuat oleh karena itu marilah kita bersama-sama berjuang untuk membangun bangsa kita yang lebih baik, Sehingga kita tidak mudah terprofokasi dengan isu atau berita yang belum tentu benar yang ingin merusak dan memecah belah negara kita,"ajak Victor. (*)

 
 

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved